Berita Terkini


SIAPKAN PENTAS WAYANG ORANG KE TMII, PARA SENIMAN KENDAL GELAR GLADI BERSIH

Rabu, 10 Juli 2019 08:34:40

KENDAL - Kabupaten Kendal dalam gelaran pentas seni tahun 2019 ini bakal menggelar sajian pentas Wayang Orang dengan mengambil lakon "Pandadaran Sokalima" di Pendopo Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, Sabtu malam (13/7/2019). Oleh karena itu, Pemkab Menggelar Gladi Resik pentas wayang orang tersebut di Pendopo Pemkab Kendal, Selasa malam (9/7/2019) untuk persiapan dan keutuhan penyajian.

Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, M.Si dalam sambutannya yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten kendal Moh. Toha, ST, M.Si mengharapkan, pementasan Wayang Orang tersebut dipersiapkan dengan baik dan pihaknya mengapresiasi Gladi resik tersebut. "Supaya nantinya tampilan pentas seni wayang orang tidak monoton, perlu persiapan dengan serius dan menjiwai perannya," kata Sekda Toha.

"Kami berharap, dengan pentas seni tersebut generasi muda Kabupaten kendal khususnya bisa mnegetahui dan ahirnya mencintai seni budayatradisonal warisan nenek moyang yang adiluhung. Bagi para pemain, tampillan dengan semaksimal mungkin sehingga mampu menghibur masyarakat Kendal di Jakarta," jelas Sekda.

Menurut Sekda, Seni Budaya di Kabupaten Kendal banyak ragamnya sehingga perlu digali lebih banyak lagi sehingga nanytinya Duta Seni dari Kabupaten kendal bisa tampil lebih variatif.

Pementasan tersebut, menurut Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Drs. Agus Rifai, yang dimainkan oleh para mahasiswa - mahasiswi Institut Seni Indonesia Surakarta ersebut dalam rangka memperingati Hari jadi Kabupaten Kendal ke - 414, 28 Juli 2019 mendatang.

Cerita wayang tersebut berkisah para Pandawa dan Kurawa telah menyelesaikan pendidikannya kepada Danghyang Druna dan mereka pun dipertandingkan di hadapan seluruh rakyat Kerajaan Hastina. Puncak dari pertandingan ini adalah pertarungan antara Raden Permadi melawan Raden Suryaputra yang tidak lain adalah kakak sulungnya sendiri, yaitu putra Dewi Kunti dengan Batara Surya, sewaktu belum menikah dengan Prabu Pandu. Danghyang Durna melaporkan kelulusan para Pandawa dan Kurawa.

Adipati Dretarastra di Kerajaan Hastina memimpin pertemuan yang dihadiri oleh Resiwara Bisma, Dewi Gandari, Raden Yamawidura, Patih Sangkuni, dan Resi Krepa. Hadir pula Danghyang Druna yang melaporkan bahwa hari ini telah genap lima tahun para Pandawa dan Kurawa berguru ilmu perang kepadanya di Padepokan Sokalima. Semua ilmu telah diajarkan olehnya, meliputi seni menggunakan senjata, ilmu memimpin pasukan, ilmu mengatur siasat perang, serta bagaimana caranya merusak formasi barisan perang.

Danghyang Druna bercerita bahwa di antara murid-muridnya, Raden Permadi (Arjuna) adalah yang paling pandai dan berbakat, terutama dalam bidang panahan. Tidak hanya siang hari, bahkan di malam hari sekalipun ia rajin berlatih panah dalam kegelapan. Pernah suatu hari Danghyang Druna pura-pura diserang buaya di sungai. Para pangeran berlomba-lomba hendak menolong, namun hanya Raden Permadi yang dengan sigap dan cekatan mengambil busur dan panah untuk membidik si buaya. Durna menguji. (HeDJ/edit.Kominfo)


Indeks Berita