Berita Terkini


TANOTO FOUNDATION MELATIH GURU SD DAN MI DI BRANGSONG DENGAN MODUL 2

Kamis, 17 Oktober 2019 15:01:35

Kendal- Tonoto Foundation yang berkerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kendal setelah sukses memberikan pelatihan modul 1 kepada mitra sekolah di Kabupaten Kendal, sekarang melajutkan pelatihan dengan modul 2 praktik baik dalam pembelajaran di SD dan MI, Kamis (17/10/2019) bertempat di Aula MTs Negeri 1 Brangsong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Acara tersebut dihadiri oleh Koordinator Tanoto Foundation Wilayah Jawa Tengah, Dr. Nurkholis, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Kementrian Agama Kendal, Muslikhan, S.Ag, dan diikuti 8 mitra sekolah SD dan MI di Kecamatan Brangsong, yang masing-masing sekolah mengirimkan 11 guru termasuk kepala sekolah, dan 2 pengawas sekolah dengan total 90 orang peserta.

Dalam sambutaNnya Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Kemenag Kendal, Muslikhan, S.Ag  mengatakan, apa yang dilakukan oleh Tanoto Foundation bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kendal, yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal dan Kementrian Agama (Pemenang) Kabupaten Kendal, sangat membawa dampak yang baik bagi dunia pendidikan di Kendal, yaitu banyak hal yang sudah dicapai seperti manajerial kepala sekolah yang diterapkan dengan cara pendekatan partisipasi mampu menggerakan roda perubahan yang besar yang melibatkan para guru, komite, wali murid atau wali santri yang semuanya diajak untuk terlibat dalam perubahan mutu pendidikan kearah yang lebih baik.

Koordinator Tanoto Foundation Wilayah Jawa Tengah, Dr. Nurkholis dalam sambutannya menyampaikan, pada kegiatan ini para guru diajak membuat buku besar untuk bahan mengajar para siswanya yang dia belum tahu tentang huruf dan angka, karena masih awal masuk sekolah, maka mengajarnya dengan menggunakan gambar.

Selain memberikan pelatihan, pihak dari Tanoto Foundatio juga memberikan bantuan buku bacaan berjenjang, diamana pada modul 2 ini ada 16 jenjang dan setiap satu jenjang  sekolahan menerima 1 paket yang isinya ada 60  buku,  salah satu bukunya adalah bahan mengajar guru kelas awal.

“Keistimewaan pada pelatihan yang kami lakukan adalah, bukan hanya melatih, namun juga mendampingi untuk memastikan para guru yang sudah dilatih benar-benar menerapkan di sekolah dan madrasahnya masing-masing. Hal itulah yang nantinya akan menjadi dampak dari perubahan,” kata Dr. Nurkholis.

 Selain itu, Koordinator Tanoto Foundation Wilayah Jawa Tengah tersebut mengungkapkan, pihaknya juga menguatkan lagi di forum Kerja Kelompok Guru (KKG)/Kelompok Kerja Kepala Madrsah (KKMI). “Karena kemarin KKG/KKMI kurang aktif, maka kami isi dengan materi-materi ini agar bisa aktif kembali,” tuturnya.

Sementara Fasilitator Tanoto Foundation tingkat Kabupaten Kendal, Normalia Eka Pratiwi, S.Pd., pada kesempatan itu menyampaikan materi untuk guru kelas awal. "Jadi untuk kelas awal modul 2 ini menceritakan tentang literasi, yaitu unit satu mengkaji ulang tentang modul satu apakah sudah diterapkan apa belum?. Unit dua menceritakan tentang apa itu literasi . Unit 3, kegiatan  membaca bersama. Unit 4, kegitan membaca terbimbing, dan unit 5 pembuatan big book," terangnya.

Ulfatun Nadhifah, S.Pd., yang juga sebagai Fasilitator Tanoto Foundation tingkat Kabupaten Kendal, memaparkan materi tentang pendalaman bahasa Indonesia, terutama pemahan teks, khususnya bagi para guru yang mengajar di kelas 3, 4, 5, dan 6.

Ulfatun menerangkan bahwa para guru bisa membawa siswa untuk lebih memahami teks, yaitu dengan tiga materi pokok. Pertama dengan kemampuan menanya, ini akan lebih mempermudah peserta didik memahami isi teks mata pelajaran bahasa Indonesia maupu mata pelajaran yang lainnya. Kedua, akan diajarkan pendukung gagasan pokok dan pendukung dari teks sehingga inti dari bacaan akan tertangkap, dan ketiga adalah literasi visual, karena visual ini mempunyai kekuatan besar bagi anak, sehinga mereka dapat memahami atau mengurai isi dari materi pembelajaran.

 

(Diskominfo/HR)


Indeks Berita