Berita Terkini


Kelola SDM Dengan Baik Hindarkan Kendal Jadi Penonton Saja Di KIK dan KEK

Kamis, 13 Februari 2020 17:23:18

KENDAL - Keberadaan Kawasan Industri Kendal ( KIK ) sedikit banyak memberikan multiplier efect dan diharapkan mendongkrak pertumbuhan ekonomi baik di Kabupaten Kendal dan Jawa Tengah. Bahkan setelah Presiden Jokowi memutuskan Kabupaten Kendal sebagai salah satu Kawasan Ekonomi Khusus dengan basis KIK, diharapkan lebih hebat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 7 %.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal Moh. Toha, ST., MT., saat memberikan sambutannya dalam Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Ekonomi "Perencanaan Percepatan Pembangunan Ekonomi Yang Berdaya Saing Menuju Kendal Permata Pantura", mengatakan jajaran Pemkab Kendal beserta masyarakat Kabupaten Kendal harus mempersiapkan diri dengan pengelolaan SDM yang handal sehingga mampu berperan baik sebagai pekerja maupun tenaga ahli di KIK maupun KEK nantinya. Selain itu juga mampu memanfaatkan peluang usaha terkait dengan kebutuhan pabrik - pabrik di KIK maupun KEK.

"Walaupun KIK maupun KEK bisa memberikan masukan dalam PAD kita, kita jangan hanya jadi penonton saja dan jangan berdiam diri tanpa melakukan apapun. SDM yang handal harus dipersiapkan Kendal untuk mengisi posisi pekerja dan tenaga ahli serta peluang bisnis terkait keberadaan KIK dan KEK sehingga ekonomi masyarakat juga tumbuh pesat," tutur Toha.

Dikatakannya, untuk menunjang pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal peran Kadin dan Hipmi diharapkan semakin besar dalam menopang peran SDM lokal di KIK dan KEK. Oleh karena itu Pemkab kendal meminta Hipmi dan Kadin bersiap diri dalam mendukung itu semua.

Selain itu, skill dan kapasitas SDM lokal lewat Balai Latihan Kerja harus semakin ditingkatkan supaya ada link and match dengan industri - industri di KIK / KEK. "Tahun 2020 ini Pemkab Kendal menganggarkan pelatihan tenaga ahli sebanyak 100 orang untuk mengikuti diklat bertaraf internasional untuk mencukupi tenaga ahli lokal untuk kawasan industri maupun Kawasan Ekonomi Khusus," tambah Sekda.

Didik Purbadi VP Business Development Kawasan Industri Kendal dalam arahannya sebagai narasumber, mengatakan, supaya ada progress yang semakin baik untuk KIK dan KEK, Pemkab Kendal perlu mempersiapkan Link dan Match  dengan industri yang ada serta ketersedian suplai untuk air baku, gas dan listrik untuk industri yang ada. Selain itu, juga untuk RTRW perlu penyesuaian kembali untuk menumbuhkembangkan KIKdan KEK semakin cepat.

"Kendal perlu mensinergikan potensi SDM dengan kebutuhan industri - industri yang dibutuhkan KIK / KEK sehingga nantinya suplai tenaga lokal terpenuhi. Karena tenaga yang dibutuhkan baik pekerja maupun ahli lebih baik merekrut dari Kabupaten Kendal sehingga lebih efektif dan efisien sehingga produktifitas bisa tinggi karena lokasi dekat dengan tempat tinggal bisa bekerja dengan konsentrasi penuh," katanya.

Dalam rakor tersebut juga menghadirkan narasumber dari Baperlitbang Pemprov Jateng dan diikuti oleh perwakilan OPD terkait di Pemkab Kendal. Kepala Baperlitbang Drs. Agus Sumaryono membuka kegiatan serta ditutup oleh Sekretaris Dra. Puji Astuti dengan moderator Hadi Purnomo, SE. ( Kominfo / heDJ )

 


Indeks Berita