Berita Terkini


Anjangsana Pondok Pesantren, Sekda Kendal Konfirmasi Kesiapan Hadapi Corona

Kamis, 19 Maret 2020 16:05:39

KENDAL - Penyebaran Virus Corona ( Covid 19 ) diantisipasi Pemerintah Kabupaten Kendal dengan berbagai upaya selain dengan penyemprotan di sejumlah lokasi publik juga dengan mendatangi sejumlah pesantren untuk menanyakan kesiapan pesantren menghadapi virus corona terkait banyaknya santri yang berasal dari luar daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal Moh Toha didampingi para Asisten Bupati, Kepala Dinas Kesehatan Drs. Ferinando RAD Bonay, Kabag Administrasi Kesejahteraan Rakyat Muchrozi, SH, MH beserta rombongan jajaran Pemkab Kendal, Kamis (19/3/2020) mengunjungi sejumlah pesantren yakni Pondok Pesantren  Al-Kaumani ( APIK ) Kaliwungu, Al Musyaffa' Kampir Sudipayung Ngampel, Pondok Modern Selamat Patebon dan Pondok Pesantren Darul Amanah Sukorejo dalam rangka anjangsana kesiapsiagaan pesantren dalam mengantisipasi merebaknya virus corona di kalangan santri mengingat kegiatan santri yang selalu bersama - sama dalam waktu 24 jam baik di asrama maupun pada waktu kegiatan belajar mengajar dan kegiatan agama.

"Kedatangan kami beserta rombongan ingin mengkonfirmasi kesiapan kyai, pengasuh beserta para santri terkait dengan merebaknya virus corona di sejumlah daerah. Antisipasi terhadap penyakit yang disebabkan virus corona sangat penting mengingat pesantren merupakan tempat yang sangat intens kegiatan maupun interaksi antar pengasuh maupun para santrinya," ungkap Toha.

Toha meminta seluruh wali murid para santri di pondok pesantren tidak khawatir terhadap kesehatan dan keselamatan anaknya di tengah maraknya kasus Covid-19 di beberapa daerah. Sebab, kegiatan belajar mengajar di pesantren salafiyah atau pondok pesantren ini berbeda dengan sekolah pada umumnya. 

Hal yang membedakan di antaranya kegiatan, dan orang yang ada di pesantren adalah mukmin, orangnya itu-itu juga. Di pesantren pun kegiatan keagamaan juga luar biasa, salat lima waktu, duha bersama, tahajud.

“Tidak sama dengan sekolah pada umumnya, banyak orang keluar-masuk, sehingga sekolahnya dialihkan ke rumah. Di Ponpes, keimanan dan ketakwaan di-gembleng sehingga dipastikan tidak akan merasa panik. Dan dengan ilmu agama, memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat, ketenangan jiwa yang hebat. Jiwa tenang, maka timbul kebahagiaan sehingga imunitas tubuh akan kuat,” kata Toha. 

Di pesantren yang dikunjungi, salah santunya Ponpes salaf APIK telah mengeluarkan maklumat supaya para tamu atau wali santri untuk tidak menemui santri atau masuk ke lingungan pesantren sejak 17 hingga 29 Maret 2020. 

Ponpes Al Musyaffa' Ngampel mengeluarkan Surat Edaran yang melarang santri keluar lingkungan pondok dan santri yang ijin untuk segera bernagkat kembali ke pondok dan akan diperiksa kesehatannya. Sedangkan para wali dilarang menjengauk hingga 3 April 2020. Edukasi langkah - langkah pencegahan Corona dan pemantauan kesehatan dilakukan secara rutin.

Sementara di Ponpes Darul Amanah juga menerapkan hal yang sama pada para santrinya. ( Kominfo / heDJ )

 

 


Indeks Berita