Berita Terkini


Workshop Hari Ketiga IGTKI, Para Guru TK Dibelakali Loose Part dan Steam

Rabu, 22 Juni 2022 14:32:58

Kendal- Hari ketiga (3) pada Workshop Implementasi dan Strategi Kurikulum Merdeka yang digelar oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Kendal, para kepala dan guru TK dibekali materi Kurikulum Merdeka Belajar dengan media Loose Part dan Steam.

Media loose part adalah media material lepas yang penggunaannya dapat beragam-ragam, yaitu bahan yang dapat dipindahkan, dibawa, digabungkan, dirancang ulang, dipisahkan dan disatukan kembali dengan berbagai cara.

"Jadi media ini bisa digunakan dan dibentuk sesuai dengan imajinasi masing-masing anak, sehingga nantinya dapat membantu mengekspresikan kreativitas tanpa batas," terang Kepala IGTKI Kendal, Hj. Darwati, S.Pd di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Rabu (22/6/2022).

Menurut Darwati, pembelajaran dengan media loose part ini bahan-bahannya mudah ditemukan di sekitar lingkungan tanpa harus mengeluarkan biaya yang banyak.

Lebih lanjut Darwati mengatakan, untuk media Steam adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada hubungan pengetahuan dan keterampilan science, technology, engineering, art, dan mathematics (STEAM) untuk mengatasi masalah. Dengan adanya unsur art, diharapkan melalui STEAM siswa akan terbiasa untuk menyelesaikan suatu permasalahan dengan cara yang kreatif. 

Ketua IGTKI Kendal juga menjelaskan, kegiatan yang mengangkat tema "Merdeka Mengajar Bagi Pendidik dan Merdeka Belajar Bagi Anak-Anak Didik" ini dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 20-22 Juni 2022.

"Agenda dihari pertama adalah pembukaan yang dibuka langsung oleh Bupati Kendal, Dico M. Ganinduto, B.Sc., dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, Wahyu Yusuf Ahmadi, S.STP., M.Si, dan Ketua PGRI Kendal, Supoyo. Kemudian dilanjutkan Workshop yang diikuti oleh kepala Kepala TK dari Kecamatan Kaliwungu Selatan, Singorojo, Boja, Limbangan, Ngampel, Pegandon, Genuh, dan Ringinamum," terang Darwati.

Hari kedua, kegiatan diikuti para kepala dan guru TK dari Kecamatan Patebon, Kaliwungu, Rowosari, Kendal, Kangkung, dan Plantungan. Dihari Ketiga diikuti oleh Kepala dan guru TK dari Kecamatan Sukorejo, Patean, Cepiring, Weleri, Pageruyung, dan Brangsong.

Narasumber acara, Esterina dalam paparan materinya menyampaikan, pembelajaran kurikulum yang lama selalu terpusat pada guru, namun pada kurikulum merdeka ini guru juga mengikuti apa yang menjadi kemauan atau belajar yang disukai oleh peserta didik, sehingga mereka akan merasa senang dan nyaman saat belajar.

"Pada kurikulum saat ini kita lebih mengikuti atau menggali apa yang menjadi keinginan peserta didik, dan menggali potensi-potensi minat dan bakat, serta mengarahkannya untuk bisa lebih dikembangkan," tutur Esterina.

Esterina juga mengkatakan, pembelajaran pada anak tidak terpancang pada tulis menulis saja, namun juga disesuaikan dengan situasi dan kondisi pada saat itu. "Contohnya ada suatu kejadian anak jatuh terpeleset, sehingga peserta didik diberikan pembelajaran untuk mambatu atau menolong anak tersebut," ungkapnya.

Selain itu, lanjut narasumber, jika ada anak yang tidak membawa bekal makanan, maka, peserta didik diajari untuk saling berbagi. Hal ini sebagai bentuk penanaman karakter yang baik, dan mengajarkan untuk saling peduli dan berbagi.

Esterina juga memberikan pembekalan kepada para kepala dan guru TK terkait pembelajaran bahasa, pengetahuan, ketrampilan, sosial omosional, dan seni, agar nantinya para guru bisa memberikan pembelajaran tersebut kepada para peserta didiknya.

Salah satu peserta, Sulistyawati dari TK IT Ulul Albab Weleri menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut sangatlah bermanfaat, mengingat pembelajarannya sangat kreatif,

"Workshop ini sangatlah bermanfaat, karena banyak ilmu yang saya dapat, dan akan saya praktekkan untuk belajar mengajar, dengan harapan peserta didik bisa lebih kreatif dan ceria dalam belajar," ujar Sulistyawati.

Dikominfo/HR


Indeks Berita