Berita Terkini


TERAPKAN PEMUPUKAN BERIMBANG HASIL PANEN MENINGKAT SIGNIFIKAN

Kamis, 03 Maret 2016 12:51:21

Hari Lapang Petani atau Farmer Field Day (FFD) demplot pemupukan berimbang Kamis (3/3) dilakukan oleh Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK) Kendal, pada sawah seluas 1 ha milik Mukhri (49 th) berlokasi di kelurahan Langenharjo kecamatan Kendal Kota. Jenis padi yang ditanam adalah padi "Si Denok".

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara BPK Kendal dengan produsen pupuk PT. Pusri Palembang dan PT. Petrokimia Gresik. Dihadiri Danramil Kendal Kota bersama para Babinsa, Koordinator PPL BPK Kendal Kota, para ketua Poktan, petani, dan perwakilan dari kantor BKP3 kabupaten Kendal.

Mukhri yang juga Ketua Kelompok Tani Langensari kelurahan Langenharjo mengaku bahwa dari hasil FFD/ubinan yang dilakukan, hasil panen mengalami peningkatan cukup signifikan. "Kalau biasanya saat kami menerapkan pola pertanian biasa, dalam 1 ha sawah hanya bisa menghasilkan padi sebanyak 5,5 ton/ha. Namun setelah kami menerapkan teknologi pertanian dengan pemupukan berimbang, hasilnya naik menjadi 8,8 ton/ha", ungkapnya.

Demonstrasi plot atau demplot adalah salah satu metode penyuluhan pertanian yang bertujuan untuk memperkenalkan keunggulan cara dan hasil dari inovasi baru bagi petani. Perlakuan pemupukan berimbang yang dijalankan oleh Muhri pada sawah demplot seluas 1 ha adalah melalui cara pemupukan dengan perbandingan; pupuk organik sebanyak 5 kw, ponska 3 kw, urea 2 kw, dan sistem tanamnya "jajar legowo".

Sebagai Ketua Poktan, Muhri berharap pola pemupukan berimbang seperti yang telah dipraktekkannya bisa ditiru oleh para petani, khususnya petani anggota poktan Langensari yang dipimpinnya. "Harapan saya bisa ditiru petani lain, karena hasilnya sudah jelas mengalami peningkatan yang cukup baik". tutur Muhri.

Hal senada sejalan dari apa yang diharapkan Koordinator Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Balai Penyuluhan Kecamatan Kendal Kota Suwarno SP. Dia berharap petani bisa melaksanakan pola tanam sesuai teknologi pertanian yang benar. Budidaya dengan teknik yang baik, menggunakan pupuk berimbang dan pemberantasan hama penyakit.

Sementara itu H. Supaat Ketua Gapoktan Gemah Ripah Loh Jinawi kelurahan Sukodono Kendal, menyambut baik pola pemupukan berimbang. "Hasil FFD ini bukti bahwa dengan pemupukan berimbang hasilnya cukup bagus. Sudah barang tentu kami akan sampaikan hasil ini kepada anggota kami". ---Dia mengatakan bahwa teknik pemupukan berimbang sudah lama dikenalkan oleh PPL. Akan tetapi petani masih kurang bisa menangkap keunggulan dari teknik dan pola tanam seperti yang dianjurkan PPL.

Menurutnya kendala selama ini yang dihadapinya adalah, petani belum bisa merasakan keunggulan dari penerapan pupuk berimbang, pola tanam dan teknologi pertanian yang baik dan benar . Supaat menjelaskan, hal itu bisa terjadi karena selama ini sebagian besar petani menjual padinya yang masih disawah langsung kepada penebas, sehingga petani tidak tahu berapa ton bisa dihasilkan dalam setiap hektarnya. "Petani jarang yang membawa pulang hasil panennya. Kecenderungan petani tidak mau tahu apakah hasilnya mengalami peningkatan hasil atau tidak, yang penting padi disawah laku,", katanya. (kris/hms)


Indeks Berita