Berita Terkini


TINGKATKAN NILAI STANDAR PERAWAT INDONESIA, STIKES KENDAL GELAR SEMINAR KEPERAWATAN INTERNASIONAL

Senin, 28 Maret 2016 10:53:51

KENDAL - Lulusan perawat Indonesia hingga kini belum mampu bersaing dengan para lulusan perawat dari negara - negara anggota ASEAN lainnya. Evaluasi yang dilakukan atase pendidikan KBRI Manila terhadap 250 sarjana keperawatan dari beberapa PTS kesehatan di Indonesia dengan menggunakan NCLEX Testn ternyata tidak ada seorangpun yang lulus dan memenuhi standar internasional. Nilai yang diperoleh hanya 25,31 ( very poor ), angka yang sangat jauh dari nilai standar perawat internasional.

Hal tersebut disampaikan dalam Seminar Keperawatan dengan mengusung tema " Nursing Licensure Globalisation " yang digelar oleh STIKES Kendal, Senin ( 28 / 3 ) di Pendopo Agung Pemkab Kendal. Seminar menghadirkan pembicara dari antara lain dari filipina yakni Roland D. Villegas , RN, MAN dan Diana Mahinay, RN, MAN. keduanya berasal dari negara yang terkenal dengan kualitas dan kuantitas perawat terbaik dan terbanyak di dunia yang berkarir secara internasional atau bekerja di negara lain.

Ketua STIKES Kendal Yuni Puji W, S.Kep.,M.Kep, mengatakan, sebagai salah satu sekolah tinggi ilmu kesehatan yang juga membuka jurusan keperawatan, pihaknya ingin berkontribusi untuk memotivasi para mahasiswa maupun yang telah selesai menempuh pendidikan keperawatan supaya mampu mencapai nilai standar yang ditetapkan regulasi internasional sebagai perawat yang berkompeten dan beretos kerja tinggi.

STIKES Kendal, lanjut Yuni, bekerjasama dengan TOP RANK - ICCA yang merupakan lembaga Review dan Pengembangan Karier Perawat- Bidan Terbaik di Filipina, bermaksud memberikan informasi tentang Emergency Nursing Care, Overview BTCLS Internasional Standart ( AHA - ASHI ) dan Overview International Licensure Test untuk perawat ( N-CLEX, Prometric, HAAD ) sebagai pendorong para calon perawat dan perawat untuk mencapai grade internsional sehingga bisa diterima bekerja di belahan dunia manapun.

Seminar sehari tersebut, menurut Yuni bertujuan antara lain untuk menyiapkan calon lulusan Ners dalam menghadapi globalisasi dan berstandar internasional, meningkatkan motivasi calon Ners ( perawat ) agar bisa mengembangkan diri supaya dapat memenuhi kualifikasi yang sesuai standar internasional melalui program konsultasi dengan pembicara dari Top Rank - ICCA dan meningkatkan pemahaman tentang Nursing International Lincensure Test untuk perawat ( N-CLEX, Prometric, HAAD ).

Sementara itu, Bupati Kendal dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Pemerintahan Winarno, SH, MM mengharapkan agar para mahasiswa sekolah keperawatan terus meningkatkan skill keperawatan sesuai standar yang berlaku baik international maupun dalam negeri sehingga bisa bersaing dengan erawat dari negara lain khususnya menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Bupati Mirna mengharapkan SIKES Kendal secara kontinyu meningkatkan pengelolaan pendidikan dan melaukan berbagai terobosan serta inovasi untuk menghasilak lulusan yang bermutu dan berstandar internasional dalam memperebutkan peluang kerja baik di dalam maupun di luar negeri.

Sedangkan organisasi yang menaungi perawat di Indonesia, Persatuan Perawat Nasional Indonesia, sebagai pengawal pengembangan keperawatan diminta untuk memastikan bahwa hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan / asuhan keperawatan yang bermutu, cepat dan terjangkau bisa terpenuhi. Kerjasama dengan semua stake holder dan lembaga yang terkait harus dilakukan untuk memacu peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan yang lebih baik, ramah, cepat, tepat serta memuaskan bagi masyarakat.

Peserta seminar berasal dari praktisi keperawatan, kebidanan, dosen, mahasiswa keperawatan dan kebidanan di wilayah Kabupaten kendal dan daerah tetangga. ( 03 / heDJ )


Indeks Berita