Berita Terkini


PENANAMAN BERSAMA HUTAN PRODUKSI TETAP KALIBODRI

Rabu, 30 Maret 2016 15:27:04

KENDAL - Beberapa anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah ( Forkopimda ) Kabupaten Kendal bareng dengan Perhutani KPH Kendal dan pihak PT Semen Indonesia melakukan penanaman pohon jati di areal seluas 67,2 hektar, Rabu ( 30 / 3 ) di Desa Surokonto Wetan Kecamatan Pageruyung.

Penanaman bersama tersebut menurut ketua pantia kegiatan, Kuncoro dari Perhutani, bertujuan untuk memberikan pendidikan pentingnya reboisasi atau penanaman hutan kembali. Hal tersebut lantaran keberadaan hutan sangatlah penting untuk kelestarian lingkungan.

Pola tanam yang dipakai dengan ukuran 6 x 3 x 2 meter dengan tanaman semusim dengan lebar lahan lima meter. Menurut pihak PT Perhutani, pohon jati yang ditanam akan bersanding dengan tanaman pangan milik warga diantaranya jagung dan tanaman palawija. Penanaman dengan cara semi tumpangsari. Perhutanai membuat jalur untuk tanaman hutan dan tanaman pangan.

Penanaman hutan kembali dengan pohon jati pada tahun 2016 ini, menurut Perhutani, telah mendapatkan restu dari Pemerintah Pusat. Selama bertahun - tahun belum bisa ditanami lantaran mengalami kendala persoalan pengelolaan lahan.

Masyarakat Desa Surokonto Wetan yang memanfaatkan lahan yang sebelumnya dimiliki oleh PT Sumur Pitu yang telah bangkrut, bisa bercocok tanam berdampingan dengan tanaman milik PT Perhutani.

Lahan yang ditanami oleh PT Perhutani di Desa Surokonto Wetan merupakan hasil tukar guling dengan PT Semen Indonesia. Perusahaan semen itu membangun di lahan PT Perhutani di wilayah Kabupaten Jepara dengan luasan 127,821 hektare. Sebagai gantinya, lahan dengan luasan sama bekas PT Sumur Pitu menjadi hak Perhutani KPH Kendal, Jateng.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal Ir. Bambang Dwiyono, MT mewakili Bupati Kendal dr. Mirna Anissa, M.Si mengajak semua pihak termasuk masyarakat sekitar hutan terutama Desa Surokonto Wetan untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan dengan memelihara pohon - pohon di hutan.

Sedangkan Kapolres Kendal saat memberikan keterangan kepada wartawan, mengatakan, Polri bersama TNI akan mengawal penanaman hutan kembali supaya tidak terjadi konflik berkepanjangan. Lantaran seperti diketahui masih tedapat persoalan dengan warga terkait pengelolaan lahan bekas PT Sumur Pitu yang diklaim menjadi hak milik warga yang merasa telah mengelola lahan setelah PT Sumur Pitu mengalami kebangkrutan. ( 03 / heDJ )


Indeks Berita