Kondisi jalan di Kabupaten Kendal pada akhir tahun 2015 adalah ; kondisi baik sepanjang 286,035 kilometer atau 37,1 persen, kondisi sedang ada 172,58 kilometer atau 22,38 persen, rusak 197,177 kilometer atau 25,57 persen, dan rusak berat 115,201 atau 14,94 persen. Pemerintah Kabupaten Kendal merencanakan untuk melakukan pembangunan infrastruktur jalan secara bertahap dengan menggunakan skala prioritas.
Menurut Kabid Bina Marga pada Dinas Bina Marga, Suberdaya air, energi dan sumberdaya mineral Kabupaten Kendal Ir. Sugeng Prayitno, pada akhir April 2016, pemkab telah memulai pengerjaan pembangunan dan peningkatan serta pemeliharaan jalan yang tersebar di lima lokasi. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi masyarakat, yang selama ini merasa kerepotan akibat jalan rusak yang mengganggu aktifitas sehari-hari warga.
Namun sampai dengan minggu pertama bulan Mei ini yang sudah dikerjakan telah bertambah menjadi delapan paket. Kedelapan paket itu langsung bisa dieksekusi karena menurut Sugeng Prayitno , sudah dilakukan penandatanganan kontrak dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sehingga proyek tersebut sudah bisa dilaksanakan. Tahun 2016 hampir bisa dipastikan ada 103 paket infrastruktur akan bisa dirampungkan.
Kedelapan paket tersebut adalah pemeliharaan berkala jalan Balok - Wonosari sepanjang 513 meter dan lebar 5 meter jenis penanganan aspal hot mix, yang menelan biaya sebanyak Rp. 960.578.000,- sedangkan pengerjaanya dimulai akhir April dan ditargetkan pada akhir Juli 2016 sudah selesai.
Pemeliharaan berkala jalan Kendal - Ketapang sepanjang 868 meter dan lebar 5 meter, jenis penanganan aspal hot mix, menelan anggaran Rp. 986.923.000,- pengerjaanya dimulai akhir April dan diperkirakan selesai pada akhir Juli 2016.
Peningkatan jalan desa Dampal - desa Magangan Kecamatan Ngampel tahap 5 sepanjang 605 meter dan lebar 5 meter, jenis pengerjaannya dengan beton, dan biaya yang dibutuhkan Rp. 1.876.683.000,- pengerjaan dimulai awal Mei dan selesai awal Agustus 2016.
Peningkatan jalan desa Plantaran kecamatan Kaliwungu Selatan - desa Sidorejo Kecamatan Brangsong tahap 3, jalan sepanjang 625 meter dan lebar 5 meter, jenis penanganan dengan betonisasi, dana yang diserap Rp. 1.870.666.000,- pengerjaan dimulai awal Mei dan selesai awal Agustus mendatang.
Peningkatan jalan desa Rejosari - desa Turunrejo Kecamatan Brangsong jalan sepanjang 570 meter dan lebar 5 meter, jenis penanganan dengan beton, dana yang diperlukan Rp. 1.677.255.000,- pengerjaan dilakukan mulai akhir April dan dipastikan selesai akhir Juli.
Peningkatan jalan desa Gebang Kecamatan Gemuh - desa Pucangrejo Kecamatan Gemuh, jalan sepanjang 555 meter dan lebar 4 meter, jenis penanganan betonisasi, anggarannya sebesar Rp. 991.680.000,- pengerjaanya dimulai akhir April dan selesai akhir Juli 2016.
Peningkatan jalan desa Pageruyung Kecamatan Pageruyung - desa Sidomukti Kecamatan Weleri, jalan sepanjang 860 meter dan lebar 4 meter, jenis penanganan aspal hot mix atau aspal goreng, biaya yang diperlukan Rp. 990.000.000,- pengerjaannya dimulai awal Mei dan selesai awal Agustus 2016.
Sedangkan untuk pengawasan pemeliharaan dan peningkatan jalan yang dilaksanakan pada akhir April sampai akhir Oktober 2016 menelan dana sebanyak Rp. 745.327.000,-
Ditambahkan oleh Sugeng Prayitno bahwa pihaknya juga telah melakukan pengadaan aspal mobiling rate guna pemeliharaan jalan-jalan aspal yang mengalami kerusakan. "Kami telah anggarkan sebanyak Rp. 941.850.000,- untuk pembelian 776 drum aspal dengan nilai kontrak Rp. 655.074.835,73,- dan sisa tender ada Rp. 286.775.164,27,-". (kris/hms)