Jakarta – Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS), adalah organisasi nirlaba yang menghimpun pencinta dan peminat seni untuk memayungi dan mengembangkan produk kerajinan dan mengembangkan usaha tersebut, serta berupaya meningkatkan kehidupan pelaku bisnisnya, yang sebagian merupakan kelompok usaha kecil dan menengah (UKM).
Kerajian sebagai suatu perwujudan perpaduan ketrampilan untuk menciptakan suatu karya dan nilai keindahan, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suatu kebudayaan. Kerajinan tersebut tumbuh melalui proses waktu berabad-abad. Tumbuh kembang maupun laju dan merananya kerajinan sebagai warisan yang turun temurun tergantung dari beberapa faktor. Di antara faktor-faktor yang berpengaruh adalah transformasi masyarakat yang disebabkan oleh teknologi yang semakin modern, minat dan penghargaan masyarakat terhadap barang kerajinan dan tetap mumpuninya para perajin itu sendiri, baik dalam menjaga mutu dan kreativitas maupun dalam penyediaan produk kerajinan secara berkelanjutan.
Dilandasi kesadaran akan kelangsungan hidup dari kerajinan yang menopang kehidupan berjuta-juta keluarga yang dihadapkan pada kemajuan teknologi industri di satu sisi dan pelestarian nilai budaya bangsa yang harus tercermin dalam produk kerajinan, maka dipandang perlu adanya wadah partisipasi masyarakat bertaraf nasional yang berfungsi membantu dan sebagai mitra pemerintah dalam membina dan mengembangkan kerajinan. Itulah latarbelakang berdirinya Dewan Kerajinan Nasional yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Bersama 2 Menteri, yaitu Menteri Perindustrian dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nomor: 85/M/SK/3/1980 dan Nomor: 072b/P/1980, tanggal 3 Maret 1980 di Jakarta. Tujuan didirikannya Dekranas yaitu
Kegiatan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) tahun 2016 yakni Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan juga pameran produk – produk dari perajin Dekranas yang dilaksanakan di Convention Hall SME Tower, Jakarta.
Pembukaan Rakernas Dekranas ini dilakukan oleh Ibu Negara Iriana Jokowi ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Dekranas Ibu Mufidah Kalla. Selain itu, pelaksanaan pameran akan berlangsung 17 hingga 21 Mei 2016 dengan mengusung tema “Perajin DEKRANAS kreatif di Dunia Digital”. Tema kali ini sejalan dengan mulai berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sejak awal tahun 2016.
Ibu negara dalam sambutannya menyampaikan bahwa melalui gelar pameran Dekranas kali ini diharapkan mendorong produk kerajinan indonesia untuk bersaing dengan produk sejenis yang berasal dari negara ASEAN lainnya, seperti Thailand dan Vietnam. Selanjutnya Pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Ibu Wapres Mufidah Kalla selaku Ketua Dekranas dan diserahkan langsung kepada Ibu Negara Iriana Jokowi yang menandai dimulainya acara Rakernas dan gelar produk.
Selanjutnya Ketua Dekranasda Kabupaten Kendal Ny Idda Bambang Dwiyono mengatakan” Kendal banyak sekali potensi, namun kurangnya pelatihan dan wadah untuk memasarkan produk menjadikan kerajinan Kendal kurang begitu dikenal masyarakat, Tujuan saya kesini untuk melihat produk – produk unggulan Dekranas yang berasal dari seluruh Indonesia, juga menampilkan karya dan inovasi terbaik anak-anak bangsa serta mencari inspirasi untuk bisa dikembangkan di Kabupaten Kendal. Setelah kegiatan ini,Dekranasda Kabupaten Kendal akan lebih saya gerakkan, dan saya akan gandeng seluruh elemen karena saya yakin Kendal menyimpan berjuta potensi. ”
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dekranas diikuti oleh hampir 800 peserta diantaranya para Ketua Dekranasda Provinsi, Kabupaten dan Kota serta anggota ataupun pengurus Dekranas Pusat. Acara pokok rakernas adalah diseminasi program masing – masing bidang dalam organisasi Dekranas sambil menghimpun laporan dari Dekranasda Provinsi seluruh Indonesia.
Pada kesempatan ini Dekranas juga mempersembahkan karya berupa penerbitan majalah Kriya edisi ulang tahun Dekranas ke 36 dengan judul “Khazanah Tenun Nusantara”, Membangkitkan Warisan Budaya Indonesia. Dekranas berharap masyarakat Indonesia tetap cinta tenun nusantara, menggunakan produk kerajinan Indonesia yang nantinya akan meningkatkan kesejahteraan perajin Indonesia.
Dalam acara ini tampak hadir, Menteri Perindusrtian Saleh Husin, Dirjen IKM Kemenperin Euis Saedah, Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE Kabinet Kerja) yang merupakan paguyuban isteri-isteri Menteri Kabinet Kerja, Ibu Try Sutrisno, Ibu Umar Wirahadikusumah serta Ibu Herawati Boediono serta pejabat tinggi lainnya….(05a/hms)