KENDAL - Dalam perjalanan kelilingnya di Kecamatan Ngampel, Bupati Kendal dr. Mirna Anissa, M.Si, Kamis (19/5) bertemu dengan truk yang sedang mengangkut hasil panen bawang merah di jalan menuju Desa Sumbersari. Bupati menghentikan truk tersebut karena tertarik dengan panen bawang merah yang sedang lewat.
Bupati mengajak berdialog para petani bawang tersebut yang saat itu hendak membawa bawang untuk dibersihkan. Para petani yang memanen bawang merah tersebut ternyata hanya sebagai petani penggarap dan bukan pemilik dari bawang merah tersebut. Pemilik yang sekaligus sebagai pemasar hasil panenan tersebut ternyata berasal dari Kabupaten Brebes yang merupakan pengahasil utama bawang merah di Indonesia.
" Bawang Merah dipanen di wilayah Kabupaten Kendal namun di pasaran malah diakui sebagai bawang merah dari daerah lain. Hal ini tidak boleh terjadi lagi, dihasilkan di Kendal namanya juga harus dikenal sebagi produk Kendal juga, " terang Bupati Mirna.
Kepada para petani Kendal, Bupati Mirna berharap supaya mau belajar untuk menanam dan mengembangkan tanaman yang belum familier ditanam di Kabupaten Kendal sehingga mampu meningkatkan perekonomian petani. Selain itu, petani di Kabupaten Kendal harus menjadi petani pemilik dan bukan penggarap dari peteni pemilik yang berasal dari luar Kabupaten Kendal.
Pada kesempatan dialog tersebut, Mirna juga berkesempatan melihat hasil panenan bawang merah yang dinilainya berkualitas bagus. Hal tersebut diperkuat pengusaha bawang merah asal Klampok Brebes yang mengatakan hasil panen bawang merah di Kabupaten Kendal berkualitas baik. ( 03 / heDJ )