KENDAL - Bupati Kendal dr. Mirna Anissa, M.Si didampingi Kepala BKKBN provinsi Jawa Tengah, Mastur, SE, MM, Selasa (24/5) di halaman SDN Tunggulrejo mencanangkan Kelurahan Tunggulrejo Kecamatan Kota Kendal sebagai Kampung KB ( Keluarga Berencana ) . Pecanangan tersebut didasarkan pada cukup tingginya ibu - ibu usia subur yang tidak ingin hamil namun tidak ikut Keluarga Berencana.
Bupati Mirna mengharapkan supaya dengan pencangan Kampung KB tersebut bisa dijadikan contoh bagi semua warga Kabupaten Kendal supaya mensukseskan program KB dengan mengikutinya terutama untuk Pasangan Usia Subur ( PUS ) sehingga bisa membentuk keluarga yang bahagia dan sejahtera sebagai pondasi dan landasan yang kuat untuk pembangunan di Kabupaten Kendal.
Selain itu, warga masyarakat yang sudah berumahtangga sudah selayaknya mengikuti KB sehingga akan tercipta keluarga yang sehat karena berbagai manfaat yang bisa didapat dari ber-KB. " Saya berharap keluarga yang ikut KB bisa menularkan kepada keluarga yang lain. Lebih baik lagi bila ikut KB Mandiri, " kata Bupati Mirna.
Sementara, Kepala BPPKB Kabupaten Kendal Ir. Dyah Aning Budiarti mengatakan, revitalisasi program Keluarga Berencana dan pembangunan keluarga mengamanatkan supaya program KB dan pembangunan keluarga agar ditata lebih rapi, lebih menyantuh kepada masyarakat supaya selain pertumbuhan penduduk benar - benar terkendali, program KB juga bertujuan untuk membangun keluarga yang kuat serta berkualitas agar bisa mengantisipasi berbagai permasalahan antara lain nikah muda, sex bebas, narkoba, kekerasan. Krena keluarga adalah benteng terkuat untuk menghadapi berbagi masalah.
Program KB dan pembangunan keluarga merupakan program strategis untuk memutus rantai kemiskinan karena dengan jumlah keluarga yang kecil, beban keluarga tidaklah terlalu berat. Anak - anak bisa mengeyam pendidikan dengan jenjang yang lebih tinggi. untuk memperoleh asupan gizi dan kesehatan yang lebih baik. dan orang tua bisa mencari nafkah dengan lebih tenang. Dengan keberhasilan program KB, seluruh komponen pendukung indeks pembangunan manusia juga akan meningkat. Oleh sebab itu pembangunan program KB dimulai berbasis kepada masyarakat yang paling kecil yakni kampung atau RW.
Pencanangan kampung KB di Kabupaten Kendal tahun 2016, tujuannya agar penggarapan program KB lebih menyentuh wilayah terendah yaitu RW atau dusun. Kampung KB diharapkan menjadi miniatur penggarapan KB secara paripurna. kamoung Kb yang meliputi satu RW tersebut menjadi pilot project untuk direplikasi dan dikembangkan di selruh wilayah kelurahan dan desa se Kabupaten Kendal. Pencanagan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau RW melalui program pembangunan Keluarga Berencana, pembangaunan keluarga serta pembangunan sektor terkait dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.
Penetapan Kelurahan Tunggulrejo sebagai Kampung KB yang ke 31 di Provinsi Jawa Tengah, memenuhi kriteria persyatan sebagai berikut, wilayah yang terpilih sebagai Kampung KB yakni wilayah yang tertingal, terpencil dan perbatasan serta kodisinya minus. Kelurahan Tunggulrejo termasuk tiga kelurahan di Kecamatan Kota Kendal yang tertinggal bersama dengan Jotang dan Trompo, cpaian KB nya masih rendah. PUS yang ber-KB baru 59 %. NKJT baru 33 %, UNMED 33 %. Oleh karena itu dipilihlah Kelurahan Tunggulrejo sebagai kampung KB.
Pelatihan kegiatan meliputi pemeriksaan IVA dan Papsmear, pemutaran film tentang KB, pemeriksaan kesehatan gigi dan pelayanan kesehatan bekerjasama dengan KODIM 0715, bazaar yang dilaksanakan oleh UPPKS se UPTD Kendal serta pentas kesenian dari warega Tunggulrejo yaitu brongan dan paduan suara PKB dan PAUD. pencangan Kamoung KB dibiayai dari APBN dan APBD Kabupaten Kendal tahun 2016.
Sementara, Mastur mengapresiasi Bupati Mirna yang mencanagkan Kampung KB di Kelurahan Tunggulrejo. Apa yang disampaikan Lurah terhadap peran serta atau intervensi yang diinginkan terhadap peserta KB di Tunggulrejo bisa dilaksanakan dalam waktu cepat. Bukan hal yang mustahil Kampung KB tersebut ditetapkan dengan surat keputusan Bupati Kendal sehingga apa yang diharapkan oleh warga Kelurahan Tunggulrejo akan sangat bisa dilaksanakan.
Kepala BKKBN Jateng Mastur 65 % dari hasil pendataan keluarga. 100 orang pasangan usia subur 65 orang sudah iku kb. Kendal dalam peta program kb, pada posisi kwadran 4, artinya tingkat pengguna cprnya tinggi sudah 61 % tingkat kabupaten masih pada jalurnya. sehingga yang dilakukan mempertahankan tingkat prevalensinya. Pada kegiatan kelompoknya, kelompok pkb, bkm itu yang harus segera didorong. Angka kematian ibu di kendal masuk peringkat ke 8 seprovinsi Jateng. Ada 23 kejadian kematian ibu melahirkan pada tahun 2015.
Angka kematian ibu melahirkan di Kabupaten Kendal pada 2016 belum ada, sehingga untuk menekannya harus ikut KB. Definisi kematian ibu yakni ibu yang meninggal pada waktu hamil, melahirkan dan masa nifas. Kalo tidak ingin angka kematian tinggi ya jangan hamil kalu tidak dinginkan. Tingkat kematian ibu melahirkan di Jateng 619 pada 2015, turun dari 710 pada 2014.
Di Kampung Tunggul rejo ada sekitar 37 % ibu - ibu yang tidak ingin anak segera, tidak ikut ber - KB. " Itu yang bahayanya bisa terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. Oleh karena itu dipilihkan Kelurahan tunggul rejo menjadi Kampung KB. Mereka yang tidak ingin anak segera, supaya tidak terjadi kehamilan yang tidak dingnkan diintervensi dengan pelayanan KB.
Lurah Tunggulrejo Mariyati mengatakan, potensi penduduk pasangan usia subur dan peserta Keluarga Berencana dengan Rw berjumlah dua dengan 7 RT dan 2 RT. Jumlah penduduk kedua RW tersebut 864 jiwa ( 428 jiwa laki - laki dan 436 perempuan ). Kepala kepala keluarga 279 KK. Jumlah pasangan usia subur 179, jumlah Pasangan Usia Subur ( PUS ) ikut KB 106 ( 59 % ), jumlah PUS tidak ikut KB 73 ( 41 % ), tidak KB tanpa hamil 6 orang. Potensi tri bina PIK remaja UPPKS. PKB Bahtera Kasih jumlah anggota 76 orang ketua Rohmiyati. Bina keluarga Bahtera Remaja jumlah anggota 23 orang diketuai Musrifah. Bina Keluarga Lansia Bahtera Lansia 20 orang anggota diketuai Mursalim. PIK Remaja Tunas Bhakti jumlah 20 orang. UPPKS Bahtera Jaya 15 orang.
Perlu diketahui, dasar pembentukan Kampung keluarga Berencana yakni surat edaran kemndagri nomor 440 / 70 / SC tanggal 12 Januarai 2016 tentang pencanangan dan pembantukan kampung KB, surat perwakilan BKKBN provinsi Jawa Tengah nomor 8890 / SC 300 / J 1/ 2015 tanggal 11 Desember 2015 Tentang pembentukan Kampung Keluarga berencana.
Tujuan umum pembentukan Kampung KB yakni meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program kependudukan KB dan pembangunan keluarga dan pembangunan sektor lain dalam rangka mewujudkan keluarga kecil yang berbahagia. Sementara tujuan khusunya adalah meningkatkan peran pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga non pemerintah dan swasta dalam memfasilitasi pembinaan masyarakat untuk menyelenggarakan program kependudukan KB, pembangunan keluarga dan pembangunan sektor terkait ; meningkatkan kesadaran masyarakat tentang wawasan kependudukan; meningkatkan jumlah peserta KB aktif modern; meningkatkan ketahanan keluarga melalui program Tri Bina PIK Remaja; meningkatkan pemberdayaan keluarga melalui kelompok UPPKS; menurunkan angka KDRT dalam rumah tangga; meningkatkan derajat kesehatan masyarakat; meningkatkan rata - rata lama bersekolah penduduk; meningkatkan sarana dan prasarana pembangunan kampung; meningkatkan sanitasi lingkungan kampung yang sehat dan bersih; meningkatkan kualitas keimanan para remaja atau mahasiswa dalam kegiatan keagamaan; meningkatkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air dalam kegiatan sosial budaya.
Struktur organisasi Kampung KB RW 1 Kelurahan Tunggulrejo yaitu Pelindung Bupati Kendal Pembina Kepala BPPKB penasehat Camat Kota Kendal ketua Kepala Kelurahan Tunggulrejo koodinasi kepala UPPT wilayah 1 sekretaris PLKB bendahara tim Penggerak PKK kelurahan. kelompok kegiatan kader yakni bidang HKBPK, bidang kesehatan, bidang pendidikan, bidang bina - bina, bidang ekonomi produktif, bidang lingkungan dan bidang pertanian.
Gambaran permasalahan di Kampung KB Tunggulrejo meliputi peserta KB baru 106 orang atau 50 % dari 179 PUS, MKJP masih rendah 35 akseptor ( 33 % ). Harapan intervensi dilakukan melalui sosialisasi dan pembinaan secar intensif. Pengampu BPPKB beserta jajarannya. Sementara gambaran permasalahn di bidang kesehatan meliputi masih terdapat balita yang BGM ( Bawah Garis Merah ), masyarakat belum memahami manfaat papsmear dan iva, terdapat warga yang kurang memperhatikan BAB di kebun atau sungai.
Intervensi yang dilakukan, penegntasan balita BGM melalui PMT, sosialisasi IVA dan Papsmear gratis, sosialisasi jambanisasi yang diampu DKK Kendal, BLH dan dinas terkait lainnya. gambaran permasalahan bidang pendidikan kesadaran mengikuti PAUD masih kurang, belum ada TK di kelurahan Tunggulrejo. oleh karena itu perlunya penyuluhan pentingnya PAUD, dibangun sarana dan prasarana TK, fasilitasi kejar paket pengampu dinas pendidikan dan terkait.
Kegiatan Tri Bina belum berjalan secara rutin, PIK remaja perlu pembinaan lebih intensif, belumadanya administrasi hasil kegiatan. pembinaan dan penyuluhan secara intensif, penuluhan hukum dan uu perlindungan anak, narkoba dan AIDS.
Home industri kurang berkembang, kemasan hasil produk kurang memadai, sulitnya pemasaran dan modal terbatas, iharapkan ada pelatihan ketrampilan usaha produktif, adanya bantuan untuk meningkatkan kualitas hasil produksi, adanya bapak angkat pemasar hasil produksi.
secara lingkungan Kelurahan Tunggulrejo tidak memeiliki arena bermain untuk anak, tanah kosong kurang dimanfaatkan, kontainer sampah menggau lingkungan. Diharapkan dipenuhinya hak anak dalm bermain dan berekspresi. Pemanfaatan lahan untuk kolam ikan.
Di bidang pertanian, saluran irigasi tersumbat sampah dan seduimentasi, persiapan musim tanam sulit memilih bibit padi yang cocok. perbaikan saluran irigasi, bantuan peralatan benih produktif. ( 03 / heDJ )