Berita Terkini


BUPATI TINJAU LANGSUNG KORBAN BANJIR

Senin, 20 Juni 2016 09:23:24

Sebanyak 18 desa di 5 kecamatan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, terendam banjir dengan ketinggian hingga 1 meter, Minggu (19/6).Wilayah yang diterjang banjir itu berada di Kecamatan Kaliwungu, Brangsong, Kendal, Ngampel dan Pegandon.Membludaknya air ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan jebolnya tanggul Sungai Blorong, Brangsong. Banjir setinggi betis orang dewasa membuat lalu lintas Pantura lumpuh, dan puluhan motor terpaksa menepi karena kedalaman air sulit ditembus.

Parjio(25) warga Patebon, mengatakan dirinya akan pulang setelah bekerja di kawasan Industri Wijaya Kusuma Semarang sejak Sabtu (18/06/2016) kemarin. Namun kendaraan mengarungi kedalaman banjir, sehingga ia memilih menunggu air surut."Sudah saya coba, tapi saya urungkan daripada malah bikin mesin mati mending saya menepi dulu," katanya.

Banjir di wilayah Kendal mulai terjadi Sabtu sore sekitar pukul 18.00, dan melanda wilayah Kecamatan Ngampel, seperti Desa Ngampel Wetan, Ngampel Kulon, Jatirejo, dan Rejosari, Dempelrejo, serta Desa Sudipayung. Wilayah Kecamatan Pegandon, yaitu Desa Puguh , Dawungsari, Pesawahan dan Karangmulyo.

Kemudian Kecamatan Brangsong, seperti Desa Brangsong dan Kebonadem. Sementara di Kecamatan Kendal Kota, banjir menggenangi beberapa lokasi yang berada di tepi Sungai Kendal, seperti Kelurahan Trompo.Kebondalem, Sukodono, Kalibuntu, JKetapang, Candiroto, Banyutowo dan Karangsari.

Kepala BPBD Kendal, Slamet, bersama anggota SAR Bahurekso Kendal telah memantau kondisi banjirdi beberapa desa. Demikian halnya dengan Bupati Mirna Annisa, yang sudah mendatangi dapur umum di Ketapang. Langkah awal dari BPBD, tambah Slamet, adalah mengevakuasi balita dan orangtua lanjut usia ke posko bencana yang telah dibuat. Sebab meeka rentan bahaya.

“Kami telah membuat posko di bengkel mobil yang ada di Ketapang dan SD Ketapang. Dua tempat itu saat ini masih aman," jelasnya.

Slamet menjelaskan, sampai saat ini pihaknya belum bisa mendata jumlah rumah yang terendam banjir. Demikian juga dengan kerugian materi yang disebabkan oleh banjir tersebut belum bisa dipastikan. “Saya minta warga tetap waspada. Sebab saat ini masih mendung,” ujarnya.

Bupati Mirna yang datang langsung mendatangi korban banjir langsung memberikan support pada warga di Kelurahan Ketapang, “ Banjir ini sepertinya sudah menjadi rutinan tiap 2 tahun sekali, mudah- mudahan kita carikan solusinya agar tidak terjadi banjir lagi, kita baru mulai ditahun ini pengerjaan normalisasi sungai.” Ungkapnya

“ Untuk logistic sendiri sudah di siapkan oleh Dinas Sosial dan BPPD Kabupaten Kendal serta dengan pendirian posko bencana dan dapur umumnya” tambahnya. Bupati Kendal dr Mirna Annisa juga meninjau banjir di Kelurahan Candiroto, Karangsari, dan Kantor DPPKAD Kendal.

Menurut Anggota SAR Bahurekso Kendal, Chairul Huda, perahu karet untiuk mengevakuasi warga dan bantuan sudah dikirim. "Kami terus menyisir titik-titik yang rawan, beberapa lokasi memang sudah surut, tapi di titik lain justru baru mulai," ujarnya...(05a/hms)


Indeks Berita