KENDAL - BNNK Kendal menggelar shalat tarawih bersama Forkopimda, jajaran SKPD dan masyarakat dalam rangka kampanye kreatif stop narkoba dalam mendukung P4GN peringati Hari Anti Narkoba Indonesia (HANI) tahun 2016, di halaman Kantor BNNK Kendal, Minggu (26/6) malam.
Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur. Adapun imam shalat tarawih dan sekaligus penceramah adalah pengasuh pondok pesantren (Ponpes) Tahfidz Al Istiqomah, Desa Penaruban, Kecamatan Weleri, Muhammad Ali Sodikun. Selain masyarakat juga diikuti anggota dari komunitas Kings Lovers Kendal.
Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur, mengatakan, sistem penjualan narkoba dewasa ini begitu dasyat, sistematis dan bahkan sudah menjadi bisnis raksasa. Secara harga, satu gram sabu-sabu lebih mahal dari pada emas. Sabu-sabu sekali beli habis dibakar kalau mas tidak.
"Ini bisnis sangat merangsang dan menantang sebab keuntunganya besar dan dampak kehancuranya juga sangat besar. Mari kita waspadai bersama. Pemberantasanya perlu sinergisitas bersama, selain BNN, polisi juga perlu keterlibatan masyarakat. Kalau seluruh masyarakat sudah bangkit saya yakin bisa menangkalnya," ungkapnya
Kepala BNNK Kendal, Teguh Budi Santoso, mengatakan, penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika menjadi isu yang strategis bagi masyarakat dunia. Kejahatan narkotika merupakan kejahatan serius, terorganisir, dan bersifat lintas negara yang bisa menimpa seluruh lapisan masyarakat, sehingga menimbulkan kerugian sangat besar terutama dari segi kesehatan, sosial ekonomi, dan keamanan.
"Kejahatan ini dapat menyebabkan hilangnya generasi bangsa yang merupakan penerus bangsa," ungkapnya
Teguh, mengungkapkan, penggunaan narkoba di kalangan pelajar di Kabupaten Kendal sudah sangat mengkhawatirkan, bahkan bandar sudah mulai menyasar anak-anak sekolah. Para bandar mencampur narkoba ke dalam minuman yang dijual di pasaran hingga dalam bentuk permen. "Ini perlu kewaspadaan bersama. Para bandar sudah menyusun strategi untuk terus bisa meningkatkan bisnisnya. Mereka mulai menyasar kalangan anak-anak sekolah dasar," tambahnya.
Teguh, menjelaskan, berdasarkan hasil operasi maupun yang melaporkan diri ke BNNK Kendal, pada tahun 2016 terdapat 25 orang pecandu yang menjalani rehabilitasi. Jumlah tersebut termasuk kalangan pelajar. Sementara terkait pemberantasan, tahun 2015 terungkap 12 kasus penyalahgunaan narkoba dengan 23 tersangka dan tahun 2014 mengungkap 13 kasus dengan 20 tersangka. "Kasus terbanyak ada di Kecamatan Rowosari dari kalangan pelajar. Guru-guru agar lebih mewaspadai peserta didiknya dalam memberi jajanan di sekolah,'' ujar dia.
Sementara, Muhammad Ali Sodikun, dalam ceramahnya, mengatakan, bisnis narkoba sangat menggiurkan, sehingga banyak orang yang tergoda untuk masuk ke dalamnya. Maka untuk menjadikan bangsa ini rusak sangat sederhana, dengan menjadikan mental pemuda-pemudinya malas bekerja dan berkarya.
"Nek jenenge uteke wes pedot pikiran ora nyambungan sebab bendino kenalane karo narkoba, maka akan sulit untuk berprestasi," ungkap dia. Menurut Ali Sodikun, saat ini narkoba sudah merasuki anak-anak sekolah hingga tingkat sekolah dasar dan itu kasus nyata dan fakta. Maka perlu peran serta orangtua dalam mendidik anak. Sesibuk apapun, orang tua harus tetap memberikan kasih sayang pada anak-anaknya.
"Jangan sampai, jadi orang tua yang hebat dalam mendidik orang lain, akan tetapi gagal mendidik anak-anak sendiri," terang dia. Jangan sampai menjadi generasi yang lemah pemikiranya, pendidikannya, perekonomiannya dan berbagai sendi kehidupan dan berbangsa negara ini.
Ali Sodikun, menambahkan, begitu dahsyat pengaruh narkoba terhadap kehidupan generasi penerus bangsa, maka orangtua harus lebih dekat dengan anak-anaknya. Karena daya rusak narkoba jauh lebih dasyat dan dapat merusak masa depannya. Penyebab utama masuk dalam jurang narkoba, yaitu salah dalam memilih pergaulan, maka kontroling dari orang tua pada anak itu hal yang pertama berada pada tingkat lingkungan keluarga, karena di dalam ada sekolah pertama bagi anak sebelum anak belajar di sekolah formal. "Maka, bapak ibu ojo nganti ora duwe komunikasi dengan anak, ajak anak berdikusi dan diajak numpak RX King bersama-sama. Semoga komunitas RX King ini dapat jadi duta narkoba dan bantu program pemerintah perangi narkoba," pungkas dia...(05a/hms)