Untuk menyambut para pemudik yang akan kembali ke kampung halaman dan dalam rangka menciptakan suasana kondusif, aman dan nyaman menjelang idul fitri 1437 hijriyah, pores Kendal, Kamis (30/6) menggelar upacara gelar pasukan operasi ramadniya candi 2016, dengan inspektur upacara Bupati Kendal dr. Mirna Annisa.
Kapolres Kendal AKBP Maulana Hamdan mengatakan, pada operasi ramadniya candi 2016 ini, pihaknya mengerahkan delapan ratusan personil yang akan disebar pada titik-titik rawan. Mereka terdiri dari 531 polri, 273 personil gabungan TNI, Satpol, BPBD dan dari ormas.
Semua personil akan ditempatkan di 26 pos disepanjang pantura dan di wilayah atas kabupaten Kendal. “Kami dirikan 26 pos, yang terdiri dari 7 pos utama, 1 pos pelayanan yang berada dipelataran pos kota dan 17 pos pendukung di sepanjang pantura dan wilayah atas”, kata Maulana.
Karena Kendal merupakan daerah yang dianggap sebagai titik lelah, akibat dari perjalanan panjang para pemduik, karenanya Maulana Hamdan menghimbau kepada para pemudik untuk menyiapkan kesehatan fisik dan psikisnya, termasuk kesehatan kendaraannya. “Jangan lupa surat-surat penting seperti SIM, STNK, dan kartu identitas diri. Bila mengantuk agar berisitirahat. Jaga keselamatan dan patuhi rambu-rambu yang ada”, jelasnya.
Ditambahkan bahwa semua polsek dan koramil telah disiapkan untuk rest area. Para pemudik diminta untuk tidak canggung memanfaatkan rest area yang sudah disiapkan. Dan setiap pos juga disiapkan petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan dan PMI.
Titik-titik Rawan
Para pemudik yang memasuki jalur pantura Kendal diminta untuk lebih berhati-hati bila melintas di jalan pantura pasar cepiring, jalan soekarno-Hatta km 2,5 Sarirejo dan Jl. Soekarno-Hatta km 2 desa Nolokerto Kaliwungu.
“Tiga titik tersebut merupakan area rawan kecelakaan. Kami sudah melakukan antisipasi dengan memasang umbul-umbul dan barikade untuk memperlambat laju kendaraan. Disamping itu juga kita siapkan petugas jaga. Pasar tumpah juga harus diwaspadai karena disini menjadi titik kemacetan”, tutur Maulana Hamdan.
Operasi ramadniya sendiri akan berlangsung selama limabelas hari, dimulai tanggal 30 Juni sampai dengan 15 Juli 2016. (kris/hms)