Berita Terkini


RIBUAN JAMAAH HADIRI HAUL WALI JOKO

Rabu, 13 Juli 2016 12:09:05

Kendal – Pengajian Umum dalam rangka Haul Wali Joko, Wali Hadi, Dan Wali Syudjak, digelar di serambi masjid Agung Kendal,Rabu ( 13/7). Acara rutin yang digelar setiap tahun ini menjadi magnet tersendiri bagi kaum muslim di Kabupaten Kendal.Hadir dalam cara tersebut Bupati Kendal dr Mirna Annisa,M.Si, Forkopimda, Sekda Kendal Ir Bambang Dwiyono. MT, Ketua DPRD Kendal Prapto Utono, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Agus Rivai,M.Pd, Muspika Kecamatan Kendal serta ribuan masyarakat.

KH Makmun Amin Ta'mir Masjid Agung Kendal mengatakan berdasar penelusuran sejarah yang berhasil dirangkumnya, disebutkan Wali Joko masih memiliki hubungan darah dengan Raden Patah, raja pertama Kerajaan Demak Bintoro. Raden Patah adalah putra Prabu Kertabumi dengan Permaisuri putri Kerajaan Campa, Dewi Kian (Jin Bum). Lebih dari empat abad silam, atau tepatnya 1210 H, Wali Joko mendirikan sebuah masjid di Kendal. Wali Joko yang di saat mudanya bernama Pangeran Panggung merupakan putra bungsu Prabu Kertabumi/Brawijaya V dengan Permaisuri Murdaningrum, seorang putri dari Kerajaan Campa (Thailand). Pangeran Panggung datang dan mendirikan masjid di daerah Kendal, setelah melewati pengembaraan cukup panjang. Pengembaraan yang harus dilakukan, setelah kerajaannya, yaitu Majapahit, runtuh karena diserang pasukan Prabu Girinda Wardana (Kediri).” terangnya.

Sekarang, masjid peninggalan Wali Joko tersebut dikenal dengan Masjid Agung Kendal. Seiring berjalannya waktu, masjid yang berdiri ''gagah'' di pusat Kota Kendal ini telah mengalami delapan kali renovasi. Di sisi lain, tidak banyak benda-benda peninggalan yang dapat ditemui di masjid itu. Menurut catatan takmir masjid, sejarah hanya menyisakan antara lain berupa, maksurah atau tempat shalat bagi bupati kala itu, mimbar tempat khotbah berbahan kayu jati yang di bagian muka bertuliskan tahun 1210, serta bergambar beduk dan penabuhnya.

Di kompleks berdirinya masjid serta sebuah menara dengan tinggi 45 meter. Adanya makam di kompleks masjid, pada awalnya adalah rumah Wali Joko. ''Selain makam Wali Joko yang berada di depan sebelah selatan Masjid Agung, di belakang masjid juga terdapat dua makam ulama. Yaitu makam Kiai Abu Syudjak yang di era 1800-an adalah penghulu pertama Masjid Agung dan makam Wali Hadi yang meninggal pada 1930. Semasa hidup, Wali Hadi merupakan pengisi pengajian di masjid ini,''tambahnya.

Bupati Kendal dr Mirna Annisa, M.Si dalam kesempatan tersebut meminta maaf pada seluruh hadirin serta bersilaturahmi pada pengurus Ta'mir Masjid Agung Kendal, serta mengharapkan,” untuk selalu guyub rukun,gotong royong dan memberikan pendidikan yang benar dan kita bisa saling bergandengan tangan membangun Kabupaten Kendal.”pungkasnya.

KH Ahmad Asrori ( Rois Syuriah PBNU ) sebgai pembicar dalam acara tersebut mengharapkan seluruh kaum muslim di kabupaten kendal untuk selalu menjaga keamanan, ukhuwah islamiah, dan untuk selalu bertaqwa kepada Allah SWT.” Kita harus selalu menzakati harta yang kita dapatkan, Jika harta kita sudah mencapai nishob selama 1 tahun bertahan maka kita wajib menzakati harta tersebut, serta kita tidak melupakan 2.5 percen harta yang kita dapatkan wajib di zakatkan.” terangnya.

Saya setiap tahun mengkuti haul dimasjid ini selain untuk menimba ilmu saya bisa bersilaturahmi dengan teman teman pengajian, saya berharap acara ini untuk terus digalakkan.” Poniah (56) warga Brangsong. Acara berlangsung aman dan khidmad...(05a/hms).


Indeks Berita