Sebanyak 772 calon jamaah haji (calhaj) Kabupaten Kendal, Sabtu (16/7) mengikuti bimbingan manasik haji yang diadakan di pendopo kabupaten. Acara dibuka oleh Bupati Kendal yang diwakili oleh Sekda Ir. Bambang Dwiyono MT.
Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekda Bambang Dwiyono, Bupati selain menyampaikan ucapan selamat kepada para calon jamaah haji, juga mengajak para calhaj untuk bersyukur kepada Allah SWT, atas nikmat dan kesempatan yang telah diberikan kepada para calon jamaah haji, karena bisa berangkat ke tanah suci pada tahun ini. Masih menurut Bupati, tidak sedikit diantara para calon jamaah haji yang seharusnya berangkat, akan tetapi harus tertunda keberangkatannya karena sesuatu hal.
Pesannya kepada para calhaj, agar para calhaj bisa mengikuti kegiatan manasik haji dengan baik dan sungguh-sungguh, karena manasik haji di pandang oleh Bupati sebagai suatu kegiatan penting dan bermanfaat bagi calhaj. “ Bisa menambah wawasan dan pengetahuan tentang tatacara pelaksanaan ibadah haji yang sesuai dengan syariat islam, serta proses perjalanan haji. Sehingga diharapkan para calhaj bisa lebih siap dan mandiri dalam melaksanakan ibadah haji ditanah suci.
Calhaj Tertua dan Termuda.
Subadi Rebin bin Wasmo (87) asal desa Gondoharum Kecamatan Pageruyung tercatat sebagai calon jamaah haji tertua asal Kabupaten Kendal. Sementara calhaj termuda adalah Tyas Listianti Wahyuni binti Jhoni Priyanto (22) asal desa Sumberejo Kecamatan Kaliwungu. Demikian disampaikan Kepala Kemenag Kabupaten Kenda Drs. Muhammad Saidun M.Ag.
Ditambahkan oleh Saidun bahwa untuk tahun ini jumlah calhaj asal Kendal berjumlah 767 dan satu calhaj meninggal dunia atas nama Abdul Aziz asal Sukorejo, sehingga kini tinggal 766 calhaj dan ditambah 6 orang petugas haji daerah, keseluruhan ada 766.
Masih menurut Saidun, dari ke 766 calhaj tersebut terbagi menjadi tiga kelompok terbang (kloter) yaitu kloter 45, akan berangkat 26 Agustus, koter 71 akan berangkat 3 September dan kloter 72 akan berangkat 4 September. “Kloter 71 jumlah calhaj asal Kendal ada 72 orang sehingga nantinya bergabung dengan Kabupaten Demak, sedangkan kloter 72 ada tambahan 9 orang calhaj asal Kabupaten Grobogan. Untuk diketahui setiap kloternya diberangkatkan sebanyak 355 calhaj”, jelas Saidun. (kris/hms)