Berita Terkini


KEPALA DISDIK KENDAL BLUSUKAN PANTAU HARI PERTAMA SEKOLAH

Senin, 18 Juli 2016 19:47:59

KENDAL - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kendal, Muryono, Senin (18/7) pagi, melakukan pemantauan dihari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru ke sekolah-sekolah baik tingkat SD, SMP, SMA hingga SMK di Kabupaten Kendal.  Hal itu dilakukannya untuk memastikan tidak adanya perploncoan saat pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah (PLS) oleh pihak sekolah. Selain itu juga untuk mengetahui bahwa orangtua siswa benar-benar mengantarkan anaknya pada saat hari pertama masuk sekolah sesuai dengan himbauan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Anies Baswedan.

Pantauan itu, seperti dilakukannya ke sejumlah sekolahan yang berada di tiga kecamatan, yakni, Kecamatan Cepiring, Kangkung dan Weleri. Saat berada di Kecamatan Cepiring, orang nomor satu di Dinas Pendidikan Kendal itu melakukan pemantauan sekolahan mulai dari SDN 1 dan 2 Karangayu. Sedangkan, di Kecamatan Kangkung mulai dari SDIT Muhammadiyah Terpadu. Kemudian di Kecamatan Weleri dimulai dari SMPN 1 Weleri. Banyak kepala sekolah dan guru-guru yang merasa kaget dan bahkan tidak menyangka dibuatnya bakal kedatangan Kepala Dinas Pendidikan Kendal yang hanya seorang diri tanpa turut serta membawa pejabat teras Dinas Pendidikan lainya guna melakukan pemantauan ke sekolah-sekolah mereka pada saat hari pertama masuk sekolah tersebut.  Sehingga tak ada acara khusus yang dilakukan kepala sekolah dan guru untuk menyambut Kepala Dinas Pendidikan Kendal yang suka blusukan ke sekolah-sekolah untuk mengetahui dari dekat kondisi terkini setiap sekolahan yang didatanginya itu. 

Seperti saat berada di SDN 1 dan 2 Karangayu, usai turun dari mobil dinasnya, Kepala Dinas Pendidikan Kendal itu langsung mendatangi dan menyapa para orangtua siswa baru yang sedang menunggui anaknya yang sedang belajar di sekolahan tersebut.  Tak hanya itu, dengan didampingi kepala sekolah dan guru kelas, Kepala Dinas Pendidikan Kendal juga menyempatkan diri melihat proses belajar mengajar dan menyapa siswa baru di sekolahan dasar tersebut.  Dari hasil sapaan dengan para siswa itu, secara mengejutkan, sebanyak 33 siswa baru disekolahan tersebut ternyata mempunyai semangat besar untuk belajar sehingga menjadi pintar nantinya demi dapat mewujudkan cita-citanya yang tinggi.  Berbagai ragam cita-cita yang terkuak dan diutarakan pada saat berdialog dengan Kepala Dinas Pendidikan Kendal itu, antara lain, yakni, terbanyak guru, kemudian dokter, polisi, tentara dan kemudian pilot. 

Hal yang sama juga dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Kendal pada saat bertandang melakukan pemantauan di SDIT Muhammadiyah  Terpadu Kecamatan Kangkung dan SMPN 1 Weleri Kecamatan Weleri. Kepala Disdik Muryono, mengatakan, pemantauan pada hari pertama masuk sekolah ke sekolah-sekolah perlu dilakukan. Sebab hal itu untuk mengetahui seberapa besar perhatian orangtua untuk dapat mengantarkan anaknya sekolah sebagaimana himbauan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan agar mengantar anak sekolah dihari pertama masuk sekolah. Hal lainya untuk memastikan tidak terjadi perploncoan pada pelaksaan PLS yang digelar sekolahan. "Selama ini MOS siswa baru belum optimal mencegah terjadinya perploncoan. Maka, sebagai gantinya, Keluarlah Permendikbud RI no 18 tahun  2016 tentang "Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru". Untuk inilah saya pantau kegiatan PLS siswa baru ini ke sekolah-sekolah," kata dia, usai memberikan pengarahan dan memotivasi orangtua siswa baru di SDN 1 dan 2 Karangayu, Kecamatan Cepiring.

Muryono, mengungkapkan, sesuai Permendikbud itu, bahwa PLS bagi siswa baru dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama tiga hari pada minggu pertama awal tahun pelajaran. Dengan perencanaan dan penyelenggaraan kegiatan hanya menjadi hak guru dan dilarang melibatkan siswa senior dan atau alumni sebagai penyelenggara. Namun, dapat melibatkan tenaga pendidikan yang relevan dengan materi kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. Yang perlu digaris bawahi, bahwa sekolah dilarang melakukan pungutan biaya maupun bentuk pungutan lainya. "Yang ditekankan, dalam PLS siswa baru perlunya dilakukan kegiatan yang positif edukatif dan kreatif untuk mewujudkan sekolah sebagai teman belajar yang menyenangkan," terang dia. 

Muryono, menambahkan, tujuan PLS antara lain, dapat mengenali potensi diri siswa baru, membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkunga sekolah dan sekitarnya, menumbuhkan motivasi, semangat dan cara belajar efektif sebagai siswa baru, mengembangkan interaksi positif antarasiswa dan warga sekolah lainya. "Kemudian, menumbuhkan prilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisiplinan, hidup bersih dan sehat untuk wujudkan siswa punya nilai integritas, etos kerja dan semangat gotong royong," imbuh dia. Salah seorang siswa, Henggar Rofi P (6), mengaku senang bisa belajar bersama teman-teman barunya di sekolahan dasar tersebut. Seperti halnya siswa baru lainya, berangkat ke sekolahan tersebut juga dengan diantarkan orangtuanya. "Saya bercita-cita ingin jadi polisi. Tadi berangkat sekolah saya diantar ibu. Sekarang ibu masih diluar nunggu hingga pulang sekolah nanti," kata dia yang duduk dibangku paling belakang tersebu...(05a/hms)


Indeks Berita