Berita Terkini


MUSYAWARAH DAERAH VIII IWAPI JATENG DIGELAR DI KENDAL

Rabu, 27 Juli 2016 12:26:41

KENDAL - Musyawarah Daerah Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia ( IWAPI ) Jawa Tengah VIII dilangsungkan di Kabupaten Kendal, Rabu (27/7) di Pendopo Agung Pemkab Kendal. Menurut ketua DPD IWAPI Jateng Asri Wibowo, dipilihnya Kabupaten Kendal karena jumlah wanita yang yang menjadi pengusaha menengah dan kecil cukup banyak dan mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Menurut Asry, Secara teratur, pihaknya selalu mengadakan berbagai kegiatan dalam upaya pengembangan dan peningkatan usaha anggota serta organisasi, jumlah anggota terus meningkat, memiliki koperasi tingkat kota atau kabupaten (Kowapi) sampai provinsi (Puskowapi). Di samping itu, memiliki kegiatan sosial rutin, yaitu memberikan pelatihan kewirausahaan dan tambahan keterampilan kepada ibu rumah tangga serta para remaja putri.

DPD Jateng, lanjut dia, dinilai mampu menjalankan visi misi Iwapi. Selain itu, memiliki database terbanyak, kepengurusan yang aktif, mampu bersinergi dengan Pemprov dan Kadin Jateng, serta lembaga perbankan secara baik.

DPD Iwapi Jawa Tengah : Siap Mendukung Sektor Pariwisata, dengan menangkap peluang pengembangan investasi Pariwisata dan Pesona Indonesia dengan mewujudkan “Sapta Pesona” nya.

Perlu diketahui, mayoritas dari 30.000 anggota IWAPI adalah pengusaha kecil - menengah yang bergerak dalam bidang usaha kreatif. Dalam Era MEA, IWAPI mengokohkan basis usaha kecil-menengah dengan fokus kepada kinerja terkait peningkatan SDM, Perluasan Jaringan Pemasaran.

Sebagai organisasi profesi nirlaba khusus wanita, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) selalu berupaya memberdayakan dan memperkuat kaum perempuan terutama UKM. Pemberdayaan dilakukan melalui peningkatan kemampuan anggota dalam mengelola usaha, serta mendapatkan akses teknologi baru, pemasaran, dan pembiayaan.

Iwapi yang berdiri sejak 10 Februari 1975, saat ini beranggotakan sekitar 40.000 wanita pengusaha di seluruh Indonesia, dan menjadi mitra yang tepat dalam membuka kesempatan usaha serta menyuarakan kepentingan wanita pengusaha. Organisasi nirlaba ini memiliki keanggotaan beragam di 256 cabang dan 30 provinsi. Mayoritas anggotanya adalah para pengusaha kecil sebanyak 85%, sebagian lagi merupakan pengusaha tingkat menengah sebanyak 12%, dan pengusaha golongan besar sebesar 3%.

Iwapi Jawa Tengah berdiri pada 1977. Menurut Ketua Iwapi Jateng Asry Wibowo, program kerja organisasi yang dipimpinnya adalah memberdayakan dan memperkuat anggotanya dalam menglelola usaha, melalui advokasi, pelatihan keterampilan teknis, manajemen, sumber daya manusia, dan networking.

Dengan anggota sebanyak 2.430 pengusaha wanita di 32 kabupaten/kota, Iwapi terus berupaya menghadapi tantangan terbesar yang datang dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). "Tantangan UMKM lebih besar, sebab manajemen keuangan mereka masih manajemen rumahan. Apalagi beberapa lokasi kantor cabang ada yang belum tersentuh teknologi internet," ujarnya, Selasa (7/8).

Iwapi juga bekerjasama dengan Bank Jateng sejak 2010 melalui penandatanganan KUR untuk anggotanya. Potensi Iwapi sangat besar, dengan berbagai latar belakang skala usaha, baik mikro, kecil menengah maupun besar. Sektor usaha yang digeluti anggota Iwapi juga beragam. Mulai dari sektor pertanian, perdagangan, jasa  kontruksi, koperasi, toko kelontong, hingga distribusi.

"Kami juga menyelenggarakan pelatihan untuk anggota Iwapi agar dapat memahami proses pengajuan kredit, termasuk cara mengelola usahanya dengan lebih baik. Fasilitas kredit ini sangat membantu cashflow dan ketercukupan modal kerja mereka. Apalagi bunga kredit  yang dibebabkan juga terjangkau dan tidak memberatkan," papar Asry. ( 03 / heDJ )


Indeks Berita