Kendal - Kegiatan Bintalid Juang dari Bintaldam IV/Diponegoro di Kodim 0715/Kendal digelar di Aula Makodim, Senin (1/8). kegiatan tersebut adalah diikuti oleh seluruh prajurit dan PNS Kodim 0715/Kendal. Tujuanya dalam rangka pekan pembinaan mental terpadu yang di programkan oleh Bintal Kodam IV/Diponegoro. Bintalid Juang dari Bintaldam IV/Diponegoro triwulan III tahun anggaran 2016 itu, dibuka Kasdim Kodim 0715/Kendal, Mayor Arn Ir Tri Winarno mewakili Dandim Letkol Inf Piter Dwi Ardianto. Adapun pematerinya, merupakan tim penceramah dari Bintaldam IV/Diponegoro, yakni, pemateri Bintalid Juang, Kapt Kav Sumitro A Alfian ST dengan tema, "Menangkal Bahaya Laten dan Radikal" dan pemateri Bin Rohis, Mayor Inf Imam S.Ag, temanya, "Mengapa Manusia Harus Beribadah pada Allah SWT".Selanjutnya pemateri Bin Rohkat/Prot, Mayor Inf R Hendro Prapto Mukti SSp, dengan tema "Membangun Prajurit Berkarakter Sapta Marga Berdasarkan Iman Kristen". Adapun pelaksanaan pembinaan mental Rohis bertempat di Aula Makodim 0715/Kendal. Sedangkan untuk pembinaan mental Rohkat/Prot di ruang data Kodim.
Dalam kesempatan itu, Kasdim Kodim 0715/Kendal, Mayor Arn Ir Tri Winarno, menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim penceramah dari Bintaldam IV/Diponegoro. Kemudian ia berpesan, kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ceramah dengan sebaik-baiknya. Sehingga berbagai informasi yang diberikan penceramah dari Bintaldam IV/Diponegoro itu dapat dihayati, dipedomani, dan bermanfaat sebagai bentuk bekal di dalam kehidupan bermasyarakat serta saat pelaksanaan tugas. "Ikuti kegiatan Bintalid Juang dari Bintaldam IV/Diponegoro ini dengan sebaik-baiknya. Serap semua informasi yang diberikan oleh para pemateri. Sehingga dapat digunakan saat berada ditengah masyarakaat dan pelaksanaan tugas,” kata dia.
Dalam materinya, Kapt Kav Sumitro A Alfian ST, memaparkan, terkait pembinaan mental berisi soal perkembangan bahaya radikal dari kelompok kiri. Selain itu juga menjelaskan seluk-beluk kerja kelompok radikal di Indonesia dan bagaimana perkembangan terkini jaringan kelompok kiri maupun terorisme. "Anggota harus tahu soal bahaya radikal dan terorisme. Untuk inilah bekal ini diberikan. Dengan tugas pokoknya untuk menjaga negara. Sehingga para anggota bisa lebih mengingat dan memperkuat dirinya dalam bertugas sekaligus mampu mengetahui kondisi dan perkembangan permasalahan yang terjadi di Indonesia," kata dia.

Sementara, Bin Rohis, Mayor Inf Imam SAg, dengan tema, "Mengapa Manusia Harus Beribadah pada Allah SWT", menekankan bahwa arti makna hidup dan buah dari makna hidup tak lain dan tak bukan hanya untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Tak hanya itu, ia juga berpesan, sebagai manusia beragama Islam, dalam kehidupan keseharian harus mampu menjaga hubungan fertikal imanen transendental dengan Allah (hablum Minallah) dan begitu juga secara horisontal dengan sesama manusia (hablum minannas). "Dalam hidup ini, kedua hubungan itu harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Sebab, Allah tidak akan memuliakan orang yang hanya berhubungan dengan Allah dan mengabaikan hubungan dengan antar sesama manusia," ujar dia.
Mayor Inf Imam, menambahkan, untuk itu, peran Bintal memiliki nilai yang sangat strategis dalam membangun mental prajurit baik dari aspek kerohanian, mental ideologi dan tradisi kejuangan maupun mental psikologi, agar setiap prajurit dan PNS punya pola pikir, sikap dan taat azas. "Kemudian mampu junjung kode etik keprajuritan dan punya nasionalisme dan semangat kejuangan yang tinggi sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Sapta Marga, sumpah prajurit dan delapan wajib TNI," pungkas dia…(05a/hms)