Sembilanbelas grup rebana terbaik se-Kabupaten Kendal, Kamis (4/8) beradu penampillan di pendopo kabupaten. Mereka tampil maksimal untuk bisa menyabet gelar juara pada lomba rebana pantura modern, yang dihelat dalam rangka peringatan hari jadi Kendal ke 411.
Ke sembianbelas grup rebana tersebut merupakan wakil dari 19 kecamatan. Agenda tahunan ini mestinya diikuti oleh 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Kendal, namun sampai dengan pelaksanaan lomba dimulai, terdapat satu kecamatan yang tidak hadir.
Hal tersebut dibenarkan oleh ketua panitia Hindun Samsiyati. “Mestinya memang diikuti oleh 20 grup, namun sampai siang ini dipastikan hanya diikuti oleh 19 grup yang mewakili 19 kecamatan”.
Unjuk kebolehan dari masing-masing peserta cukup menarik. Disamping aneka warna aksesories dan busana yang dikenakan, para peserta juga tidak sedikit yang melengkapi penampilannya dengan penari latar, serta berbagai jenis alat musik tradisional dan modern yang coba mereka kawinkan.
Tidak kalah menariknya, diajang ini juga menampilkan para vokalis yang telah memiliki jam terbang cukup tinggi di dunia panggung. “Rata-rata dari setiap grup menampilkan para penyanyi yang sudah banyak makan garam di dunia panggung, di dunia tarik suara”, kata Jambari (48) yang anaknya juga menjadi vokalis di salah satu grup rebana peserta.
Para peserta menampilkan dua buah lagu yaitu satu lagu wajib dan satu lagu pilihan. “Peserta akan menyanyikan satu lagu wajib yakni lagu denbgan judul Lil Inab dan satu lagu pilihan, meliputi lagu talatof, lagu sukumul lail dan sukaro”, kata Hindun Samsiyah.
Dijelaskan oleh Hindun bahwa kriteria penilaian meliputi tiga aspek yaitu aspek musik, aspek vocal, dan aspek penampillan. “Aspek musik meliputi harmonisasi, balencing, karakter, komposisi dan teknik. Untuk aspek vocal meliputi; kehalusan, timbre, fresering, teknik vocal, variasi vokal dan improvisasi. Sedangkan aspek penampilan meliputi busana, penampilan, blocking, sikap, kreatifitas, gerak dan ekspresi”, terang Hindun. (kris/hms)