KENDAL - Plajar dari negara Korea, mampu tampil memukau memainkan alat musik tradisional Indonesia, angklung, saat berkolaborasi dengan siswa dari SMKN 2 Kendal, pada gelaran pertunjukan dalam iven bertajuk "Pertukaran Seni dan Budaya Antar Pelajar Korea-Indonesia" yang digelar di halaman sekolahan SMK setempat, Jumat (5/8) pagi.
Meski baru belajar selama dua hari. Namun, mereka mampu dengan apik dan luwes memainkan alat musik tradisional angklung tersebut. Hal itu tentu membuat hadirin tamu undangan yang hadir dibuatnya berdecak kagum oleh kemampuan para pelajar dari negara dengan sebutan negeri Gingseng tersebut. Pasalnya bunyi irama angklung yang dimainkan oleh jari lentik tangan para pelajar asal negara Korea itu mampu bersinergi dengan baik dengan berbagai alat musik lainya yang dimainkan oleh siswa-siswi dari SMKN 2 Kendal.
Ada tiga judul lagu yang dimainkan pada gelar acara pertunjukan pertukaran seni dan budaya antar pelajar itu, yakni, lagu nasional Indonesia, "Tanah Airku" ciptaan Ibu Sud dan satu lagu barat "I Have a Dreame" yang dipopulerkan group band asal Canada, Westlife, serta satu lagu nasional negara Korea "Arirang". Hebatnya, dengan sentuhan arasemen irama angklung, ketiga lagu itu, satu per satu mampu dimainkan dengan baik hingga akhir oleh para pelajar korea bersama dengan siswa-siswi dari SMKN 2 Kendal diacara pertunjukan pertukaran seni dan budaya antar pelajar Korea-Kendal yang digagas oleh Lembaga Pendidikan (LP) Bahasa Korea JINJU, menggandeng Disbudpar Kendal dengan Sacheon Multicultural Center (SMC) Korea tersebut.
Direktur Sacheon Multicultural Center (SMC) Korea, Lee Jeong Ki, mengaku senang bisa datang ke Indonesia, khususnya di Kabupaten Kendal, untuk melakukan pertukaran seni dan budaya antar pelajar Korea-Indonesia. Banyak hal yang dapat dipelajari pada iven ini. Salah satunya seperti belajar bagaimana caranya memainkan alat musik tradisional Indonesia angklung dengan baik dan benar. Pada pertukaran seni dan budaya antar pelajar ini, SMC membawa 10 pelajar Korea yang berasal dari berbagai jenjang tingkat pendidikan, seperti, SMP, SMA dan perguruan tinggi (PT). "Kalau dilihat sepintas alat musik angklungnya mudah dimainkan. Tetapi ternyata secara praktek cukup sulit memainkannya. Untuk dapat menguasai dan memainkanya, para pelajar kami dari Korea harus ekstra keras belajar alat musik tradisional tersebut. Hasilnya tadi, pelajar Korea mampu main angklung bagus saat berkolaborasi dengan siswa dari SMKN 2 Kendal. Bagi kami ini hebat. Sebelumnya kami hanya mendengar nama alat musik angklungnya saja, tapi belum pernah melihat dan menyentuhnya," kata Lee Jeong Ki dalam bahasa Korea.

Kepala SMKN 2 Kendal, Drs Maryono, mengatakan, ajang pertukaran seni dan budaya antar pelajar merupakan iven yang sangat bagus. Sebab dua negara bisa saling memperkenalkan berbagai seni dan budaya serta bahasa yang dimilikinya. "Terima kasih, sekolahan kami dilibatkan dalam pertukaran seni dan budaya pelajar Korea-Indonesia ini. Kegiatan ini digelar selama tiga hari. Selama kegiatan, para pelajar Korea belajar berbagai hal, seperti, angklung, cara bermain egrang, bakiak, seni bela diri pencak silat hingga rebana. Mereka juga belajar mengenal lingkungan keluarga siswa melalui program home stay. Sedangkan dari pelajar Korea, selain kenalkan budaya juga kenalkan bahasa korea dan bagaimana cara menulis kalimat dengan alfabet Korea hangeul," kata dia.
Maryono, menambahkan, semoga kegiatan pertukaran seni dan budaya antar pelajar ini mampu menginspirasi bagi siswanya untuk mempelajari seni dan budaya dari negara lain, seperti Korea. "Dengan tahu seni dan budaya orang lain. Sehingga siswa juga dapat menghargai seni dan budaya mereka. Harapan kami pertukaran pelajar ini tak hanya dalam bidang seni dan budaya serta bahasa saja. Tetapi bisa ditingkatkan pada belajar studi banding ilmu pengetahuan, sesuai dengan jurusan yang ada di sekolahan kami. Tahun depan harapannya siswa kami yang ke Korea," pungkas dia…(05a/hms)