Berita Terkini


PEMBANGUNAN PERUMAHAN HARUS SELARAS DENGAN PEMBANGUNAN KOTA

Rabu, 10 Agustus 2016 12:06:58

KENDAL - Dr. ING Asnawi Manaf, ST dari Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang, mengatakan, Rabu (10/8) di ruang OPeration Room Setda Kendal, pembangunan perumahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan dan perkembangan dari suatu kota. Perkembangan suatu daerah atau kota pada intinya adalah pembangunan hunian atau rumah untuk warganya.

Hal tersebut disampaikannya pada pembukaan kegiatan Focus Group Discussion " Pengembangan Skema Kolaborasi ABCG Dalam Rangka Mendukung Pembangunan Perumahan Berbasis Komunitas Sebagai Alternatif pengurangan Backlog Perumahan MBR ( Masyarakat Berpenghasilan Rendah ). Pembangunan perumahan yang umumnya di perkotaan, menurut Asnawi, tidak bisa dilepaskan dari konsep Tri Bina yakni bina sosial, ekonomi dan lingkungan.

Penyediaan perumahan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah, lanjut Asnawi, merupakan persoalan nasional yang harus dicarikan segera solusinya. Masyarakat yang punya penghasilan rendah tidak akan sanggup untuk menyisihkan sebagian dari penghasilan mereka untuk membeli rumah. Oleh karena itu, Pemerintah baik Pusat maupun Pemerintah Daerah harus duduk bersama dan bersinergi melakukan aksi dengan bekerjasama dengan kalangan swasta ( pengembang perumahan ) membangun perumahan bagi kalangan bawah.

"Kalau masyarakat saja yang berusaha memenuhi harapan mereka terkait keinginan memeiliki rumah, habis nafas mereka di tengah jalan. Jadi mereka harus dibantu," beber Asnawi.

Senada, perwakilan Satgas Perumahan Swadaya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Sri Nurhayati mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyediaan perumahan akan memprioritaskan kebutuhan rumah bagi masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tahun 2016 ini.

Bila pada tahun 2015 lalu pembangunan Rumah MBR ditargetkan sebanyak 603.000 unit, maka pada tahun ini meningkat menjadi 700.000 unit. Sementara rumah untuk non-MBR sebanyak 300.000 unit.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengatakan prioritas rumah bagi MBR ini merupakan Program Nasional Pembangunan Satu Juta Rumah.

"Mulai tahun 2016 pembangunan akan lebih diupayakan, dan lebih banyak proporsinya untuk MBR," ujar Sri NUrhayati. ( 03 / heDJ )

 


Indeks Berita