Ratusan orang jumat pagi (12/8) melakukan gerakan bersih-bersih di tempat wisata pantai Ngebum Desa Mororejo Kecamatan Kaliwungu. Kegiatan yang dilakukan oleh Disbudpar Kabupaten Kendal bekerjasama dengan Kemenbudpar tersebut bertujuan menjadikan masyarakat sadar wisata dan bisa menjadi tuan rumah yang baik, dengan mendorong peran dan partisipasi masyarakat dalam menciptakan iklim wisata yang kondusif.
Dikatakan Kepala Disbudpar Kabupaten Kendal Agus Rifai bahwa masayarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut berasal dari kelompok sadar wisata, pramuka, pelaku wisata, tokoh agama dan tokoh masyarakat, pramuka, polri, dan masyarakat sekitar pantai Ngebum. "Semua jumlahnya sekitar empatratusan orang. Dan di hadiri anggota DPRI dari komisi 10 yang juga mantan petenis nasional, Yayuk Basuki", ungkap Agus Rifai.
Kepada masyarakat dan pelaku wisata khususnya, dihimbau oleh Agus Rifai untuk bisa menjaga kebersihan pantai Ngebum, yang merupakan destinasi wisata pantai yang banyak dikunjungi wisatawan lokal. Rifai juga meminta, untuk menjaga keamanan serta menyambut dengan ramah para wisatawan yang berkunjung.
Acara bersih-bersih pantai Ngebum di tandai dengan penyerahan sapu lidi dan engkrak oleh Yayuk Basuki kepada Agus Rifai dan kemudian diteruskan kepada para peserta kegiatan. Yayuk Basuki berharap masyarakat bisa terlibat secara aktif untuk menjaga kebersihan, keamanan, ketertiban tempat wisata pantai Ngebum agar mampu menarik wisatawan untuk berkunjung.
"Kita harus memelihara dengan baik pantai Ngebum. Kadang kita kurang sadar untuk ikut terlibat upaya memajukan tempat wisata. Jangan hanya bergantung pada pemerintah saja. Masyarakat disekitar harus terlibat dan lebih kreatif untuk meningkatkan perekonomian warga", pinta Yayuk Basuki.
Agus Rifai menambahkan acara yang di kemas dengan label "Gerakan sadar wisata dan aksi sapta pesona", diharapkan mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya kegiatan kepariwisataan dengan mengaktualisasikan nilai-nilai sapta pesona yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah dan kenangan agar menjadi perilaku sehari-hari. (kris/hms)