Berita Terkini


BUPATI KENDAL JADI BINTANG DALAM KETHOPRAK ESKEKUTIF PEMPROV JATENG

Selasa, 30 Agustus 2016 08:49:46

MAGELANG - Bupati Kendal dr. Mirna Anissa, M.Si menarik perhatian baik dari penonton maupun pemain lain dalam pementasan Kethoprak Eksekutif Pemprov Jateng, Sabtu (27/8) di Gedung Tri Bhakti, Kota Magelang. Kegiatan Kethoprak tersebut digelar dalam rangka Hari Jadi Provinsi Jateng yang ke - 66 yang mengambil judul "Bumi Sambara Budhara".

Bupati Mirna berperan sebagai Dewi Dyah Pramodyawardani, seorang putri sekaring kedaton Mataram. Dalam perannya, bupati berhasil memerankan dengan apik sosok sang putri Kerajaan Mataram.

Sang putri walaupun dalam perkataannya diselingi dengan tawa canda mampu meluluhkan Raden Pancapana ( dipernakan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ). Selain itu sang putri juga menampakkan ketegasannya untuk menyuarakan kebenaran dan melawan ketidakadilan yang ditunjukkan seorang penyihir, Durga Kala Gama ( Bupati Tegal, Ki Enthus Susmono). Si penyihir yang licik dan culas ini mendahului Raden Pancapana dalam sayembara mengangkat gendewa ( busur panah ). Dia juga menipu bahwa dialah yang membunuh raja jin dengan menyirep Raden Pancapana, pembunuh Raja Jin yang sebenarnya.

Sayembara dilanjutkan dengan membuat candi besar dalam satu malam dan Pancapana lah yang mampu menyelesaikan pembangunan Candi Borobudur. Pramodyawardani pun akhirnya diresmikan jadi istri sah Pancapanan, usai membunuh penyihir Durga Kala Gama. Raden Pancapana kemudian menjadi Raja Mataram dengan gelar Pancapana Rakai PIkatan.

Pagelaran kethoprak yang disaksikan ribuan warga Kota Magelang tersebut diakhiri dengan tawa menggelegar pada saat akhir cerita. Penonton melihat Gubernur jateng ganjar Pranowo piawai mengandenga mesra Bupati Mirna, dengan spontan Bupati berparas ayu tersebut dengan ekspresi malu meminta ijin pada Atiqoh ( istri Ganjar ).

Penonton yang hadir dan netizen ramai membeicarakan pagelaran budaya yang diadakan Pemprov Jateng. Tak sedikit yang berkomentar kethoprak yang dilakoni oleh para pimpinan dan pejabat di Jawa Tengah ini adalah salah satu cara melestarikan cerita daerah Jawa Tengah. Selain itu juga menjadi sarana memperkenalkan dan mendekatkan masyarakat Jawa Tengah dengan para pimpinannya. (03/heDJ )

 

 


Indeks Berita