Sebagai upaya menanamkan nasionalisme, cinta tanah air dan wawasan kebangsaan, untuk yang pertama kali SMA Negeri 1 Kendal (SMANIK) mengajak para siswa kelas 10 melakukan kunjungan belajar di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada awal September lalu.
405 siswa diusung dengan puluhan bus dan truk militer menuju kampus Akmil. Tentu momen ini menjadi pengalaman menarik bagi para siswa. Tidak hanya diangkut dengan kendaraan khusus para taruna ini saja, selama perjalanan rombongan siswa SMANIK tersebut juga di kawal dengan voorijder.
Akmil menjadi pilihan dalam melakukan study inspirasi, menurut Kepala Sekolah Sunarto, karena di Akmil dianggap telah banyak mencetak tokoh-tokoh penting RI di antaranya adalah Susilo Bambang Yudoyono yang pernah menjadi Presiden RI, sehingga diharapkan akan bisa menumbuhkan inspirasi bagi para siswa dalam memerankan dirinya ke depan untuk Republik Indonesia.
" 30 sampai 35 tahun lagi anak-anak ini akan menjadi orang-orang berperan bagi negeri ini. Mereka sejak dini perlu ditumbuhkan rasa nasionalisme, cinta tanah air, dan wawasan kebangsaan. Pelajaran semua itu ada di Akmil. Dari Akmil ini pula diharapkan siswa akan bisa melihat secara langsung bagaimana proses mencetak tentara, bagaimana proses mencetak para taruna sebagai calon-calon pemimpin", jelas Sunarto.
Selama dua hari para siswa berkunjung di Akmil. Mereka dikenalkan kegiatan belajar dan berlatih para taruna. Tidak hanya melihat, para siswa juga diajak mengikuti kegiatan di Akmil. Disamping masih mendapatkan materi tentang bahaya narkoba, bahaya radikalisme dan komunisme serta idiologi lain yang dianggap bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
Nidia Putri salah satu peserta Study Inspirasi mengaku, bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi para siswa. "Kami merasa sangat senang. Dari kegiatan study inspirasi di Akmil ini kami jadi tahu tentang proses dan berlatih bagi para taruna. Manfaat yang saya peroleh adalah terutama tentang kedisiplinan. Ajaran untuk selalu tepat waktu, memahami akan arti penting kebersamaan, loyalitas dan juga solidaritas", ungkapnya. (kris/hms)