KENDAL - Tiara Kusuma merupakan Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia dan wadah dari para Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia merupakan Organisasi Mitra Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta mengantisipasi persaingan tenaga kerja maka TIARA KUSUMA ingin membantu para anggota untuk meningkatkan kualitas profesionalisme dibidang Tata Kecantikan.
Keberadaan salon kecantikan/ tata rias pengantin di Kabupaten Kendal saat ini seabrek alias tak bisa lagi dihitung dengan jari. Namun, sayangnya, tak sedikit dari mereka yang selama ini memberikan jasa rias kecantikan atau pengantin justru bermasalah dan mendapatkan komplain dari pelangganya. "Ini karena mereka modal nekad usai lulus kursus 2 bulan langsung buka praktek tanpa pernah lagi ikut seminar/workshop terkait tata rias. Jadi ilmu yang didapat stagnan dan tidak punya inovasi dalam soal tata rias," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kendal, Agus Rifai, saat membuka, kegiatan " Rapat Pleno Tiara Kusuma Jawa Tengah, make Over, dan Seminar Parade Tata Rias" di Pendopo Agung, Pemkab Kendal, Selasa (13/9).
Tampak hadir antara lain, Ketua Tiara kusuma Jawa Tengah, Ratna Kenis S dan Ketua DPC Tiara kusuma Kabupaten/Kota se Jawa Tengah, dan diikuti sebanyak 200 peserta persatuan ahli kecantikan. Ketua Tiara Kusuma Jawa Tengah, Ratna Kenis S, mengucapkan terima kasih kepada peserta seminar yang telah mengikuti kegiatan rapat pleno dan seminar parade tata rias. rapat pleno ini penting, karena pada bulan Oktober, mendatang akan ada Musyawarah Nasional (Munas) di Jakarta. "Rapat pleno ini kami gelar setiap 4 bulan sekali di seluruh DPC Jateng dan sifatnya bergilir. rapat pleno kali ini digelar di DPC kendal. Terima kasih pada pak Jefri, ketua DPC Kendal yang telah memprakarsainya," ujar dia.
Ketua DPC Tiara Kusuma Kendal,Jefri Ariyanto, menambahkan, tujuan rapat pleno dan seminar ini untuk majukan tata rias kecantikan di Kendal. Berbagai kegiatan dilakukan oleh persatuan ahli kecantikan ini, seperti kegiatan keterampilan dan juga menggelar seminar anti narkoba. "Sekarang anggotanya banyak ada 300 san. Tapi diluaran masih banyak juga yang belum ikut gabung di sini,"tambahnya….(05a/hms)