Berita Terkini


KENDAL MILIKI TIGA DESA TANGGUH BENCANA

Minggu, 18 September 2016 15:21:45

KENDAL - Salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yakni melakukan diskusi publik terkait penyusunan rencana penanggulangan bencana daerah di 15 Kabupaten/Kota di Indonesia. Persiapan untuk menghadapi bahaya bencana benar-benar serius coba digarap Badan Nasional

Penanggulangan Bencana (BNPB), salah satunya dengan mempersiapkan berbagai usaha pencegahan ataupun Pengurangan Resiko Bencana (PRB), seperti pembangunan Desa Tangguh Bencana. Program ini telah diterapkan di Kabupaten Kendal, tiga desa telah dipilih sebagai Desa Tangguh Bencana yakni Desa Cening, Kelurahan Kebondalem, dan Desa Tlogopayung.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, Moh Arif Masrukhin, saat ditemui di sela-sela acara diskusi publik terkait penyusunan rencana penanggulangan bencana daerah di 15 Kabupaten/Kota di Indonesia, Kamis (15/9) lalu, mengatakan, selama ini telah dilakukan pemetaan tentang bencana dan potensi bencana yang ada di Kabupaten Kendal. Hasilnya, ada delapan bencana yang diperkirakan dapat berlangsung di Kabupaten Kendal. "Hasil pemetaan menyatakan ada delapan bahaya bencana yang bisa terjadi di Kendal seperti tanah longsor, banjir, cuaca ekstrem berupa petir dan angin ribut, banjir bandang, gelombang ekstrem dan abrasi, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, serta kegagalan teknologi. Sehingga kemudian BNPB merasa, perlunya Kendal mendapatkan bantuan dalam penyusunan rencana penanggulangan bencana, melalui diskusi publik," ujarnya.

Menurut Arif, keberadaan program Desa Tangguh Bencana merupakan bagian dari PRB, agar masyarakat dapat bersiap-siap saat terjadi bencana. Selain itu, mereka juga mengetahui tahapan-tahapan apa saja yang harus dilalui dalam menghadapi bencana yang terjadi di sekitar lingkungan mereka. "Ini merupakan rencana kesiapan masyarakat dalam mengatasi atau meminimalisir dampak bencana, saat terjadi di lingkungan sekitar mereka," tambahnya.

Terpisah, Plt Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kendal, Slamet SE, mengungkapkan, keberadaan tiga desa tersebut pembekalan pengetahuan dan persiapan peralatannya, disesuaikan dengan bahaya bencana yang diperkirakan berpotensi terjadi di daerah sekitarnya. Misalnya Desa Tangguh Bencana Cening dan Desa Tlogopayung, dipersiapkan untuk penanganan bencana longsor. Sementara bagi Desa Kebondalem, disiapkan untuk penanganan bencana banjir. "Keberadaan Desa Tangguh Bencana dalam rangka membuat masyarakat sekitar menjadi tanggap dan tangguh serta bisa mandiri, dalam menanggulangi bencana alam. Sehingga mereka bisa meminimalisir resiko dampak dari bencana yang ada," paparnya.

Program itu sendiri, dibimbing oleh dua fasilitator dari BNPB, yang tinggal dan menetap sementara di desa setempat dalam kurun waktu enam bulan. Program Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Kendal ini, telah berlangsung selama dua bulan sehingga masih menyisakan empat bulan lagi bimbingan. Sedangkan untuk program Sekolah Siaga Bencana, menurut Slamet, masih dalam tahap pembahasan karena harus melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kendal.

"Bimbingan yang diberikan berupa kegiatan diskusi, sarasehan bersama, dan sosialisasi, yang dibekali oleh fasilitaor dari BNPB. Sementara bagi Sekolah Siaga Bencana masih belum dilaksanakan karena harus menunggu koordinasi dengan DIsdik terkait lokasi sekolahnya. Kemungkinan ada di daerah Brangsong, namun belum diketahui sekolah yang akan ditempati bagi pelaksanaan program ini," pungkasnya….(05a/hms)


Indeks Berita