Akbid Pemda Kendal, Selasa (20/9) mewisuda 122 mahasiswanya di Pendopo Kabupaten Kendal, yang dihadiri Sekda Kendal bersama para asisten Sekda, para Staf Ahli Bupati, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jawa Tengah dan Ketua IBI Cabang Kendal, perwakilan Forkopimda, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Indonesia, para Pimpinan Perguruan Tinggi Kesehatan dan para orang tua wisudawan.
Dikatakan oleh Direktur Akbid Pemda Kendal, Khobibah, bahwa para wisudawan angkatan ke 18 ini adalah mereka yang telah menempuh pendidikan kebidanan di Akbid selama 6 sampai 8 semester jenjang DIII dengan gelar Ahli Madya (A.Md). Ditambahkan, dari ke 122 wisudawan tersebut, telah ditetapkan 8 wisudawan dengan predikat cumlaude, antara lain adalah Deni Kuswari (IPK 3,72), Dewi Kurniasari (IPK 3,72), Nika Andriani (IPK 3,65).
Prosesi pelaksanaan wisuda berjalan dengan lancar yang dimulai dari menyanyikan lagu Indonesia Raya, penyampaian Laporan Penyelenggaraan Pendidikan di Akbid, pembacaan Surat Keputusan Kelulusan hingga pemindahan tali toga dan penyerahan ijazah.
Bupati Kendal yang di wakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Asrifah, dalam sambutannya mengatakan bahwa pelayanan kesehatan menjadi prioritas yang utama dalam pembangunan kesehatan . Menurutnya saat ini kabupaten Kendal masih dihadapkan pada problema dan permasalahan kesehatan yang harus segera diselesaikan bersama, diantaranya : masih tingginya angka kematian ibu dan bayi, kasus kurang gizi yang masih dijumpai, serta masih tingginya prevalensi penyakit-penyakit yang kian kompleks.
Karenanya, peran bidan diharapkan, secara bersama-sama mampu menekan permasalahan-permasalahan tersebut. Lebih lanjut Asrifah menyampaikan, pemerintah telah berusaha keras dan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau, dengan membangun sarana prasarana kesehatan dasar dipuskesmas dan pelayanan kesehatan rujukan dirumah sakit daerah.
Dia mengajak kepada para wisudawan untuk bersama-sama mensukseskan pembangunan khususnya di bidang kesehatan dengan menerapkan ilmu dan keahlian yang telah dimiliki oleh para wisudawan, kepada masyarakat.
"Sebagai seorang Ahli Madya Kebidanan, kalian semua diharapkan memiliki pemikiran-pemikiran baru, memiliki gagasan-gagasan baru yang dapat memberikan sumbangsih terhadap kemajuan dan perubahan bagi kemajuan dan perubahan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Berikan pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya. Jangan sampai masyarakat / pasien dikecewakan karena pelayanan yang kurang baik. Mari kita bersama-sama terus berupaya memacu peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan yang baik, ramah, cepat, tepat, dan puas", pinta Asrifah. (kris/hms).