Berita Terkini


BNPB KENDAL GELAR SOSIALISASI DESTANA

Kamis, 22 September 2016 19:31:47

KENDAL - Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kabupaten Kendal yakni melakukan sosialisasi pembentukan desa / kelurahan tangguh bencana tahun 2016 yangdigelar di Tirto Arum Kendal , Kamis (22/9).Persiapan untuk menghadapi bahaya bencana benar-benar serius coba digarap Badan Nasional dan Kabupaten Kendal. Hadir dalam acara tersebut , Plt Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kendal, Slamet SE, Cecep Purwadi dan Drs Wahyu Fajar dari BNPB Propinsi Jawa Tengah, PMI ,Camat dan tokoh masyarakatat dari Desa Cening Kecamatan Limbangan,Kelurahan Kebondalem kecamatan Kota Kendal, dan Desa Tlogopayung Kecamatan Plantungan.

Plt Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kendal, Slamet SE membacakan sambutan dari Sekda Kendal,”Sebagaimana kita ketahui, bahwa wilayah Kabupaten Kendal secara geografis, terdiri dari dataran tinggi berupa pegunungan di sebelah selatan dan dataran rendah di sebelah utara, yang berpotensi menjadi daerah yang mempunyai tingkat kerawanan yang tinggi terhadap terjadinya bencana alam, seperti : tanah longsor, kekeringan, gempa dan banjir.” paparnya

” Daerah-daerah yang rawan terjadi bencana alam, seperti rawan banjir ada di wilayah 10 Kecamatan (68 Desa), sedangkan rawan longsor ada di wilayah 16 Kecamatan (60 Desa).Sebagai bentuk kesiapsiagaan dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana yang mungkin datang secara tiba-tiba dan masyarakat merupakan elemen terdampak langsung apabila terjadi bencana, dan sekaligus sebagai pelaku langsung yang akan merespon terjadinya bencana disekitarnya. Maka dari itu, harus segera dibentuk upaya pengurangan resiko bencana melalui Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana), agar Desa dapat menanggulangi secara mandiri penanggulangan bencana terlebih dahulu, sebelum ada tindak lanjut dari pihak pemerintah,”tambahnya.

“Lebih lanjut saya mengajak kepada BPBD, TNI, Polri dan seluruh elemen masyarakat untuk saling bersinergi, berkolaborasi dan bekerjasama dalam menyikapi dan menghadapi terjadinya bencana setiap saat secara maksimal dengan cepat, tepat dan efektif. Sehingga, dapat meminimalisir korban jiwa, kerusakan lingkungan dan kerugian harta benda.”pungkasya.

Slamet, SE. "masyarakat mengetahui tentang konsep pengurangan resiko bencana,” menjauhkan masyarakat dari bencana, memjauhkan bencana dari masyarakat, hidup harmoni dengan bencana dan menumbuhkembangkan dan mendorong kearifan local masyarakat dalam penanggulangan bencana, sehingga terbentuk destana yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi potensi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak – dampak bencana yang merugikan."harapnya

Secara terpisah Cecep Purwadi  mengharapkan Destana sebagai jangkarnya desa berdikari.sehingga mampu mengatisipasi dan meminimalisasi kekuatan yang merusak dengan cara adaptasi, mampu mengelola dan menjaga struktur dan fungsi dasar tertentu ketika terjadi bencana serta kalau terkena dampak bencara, mereka akan dengan cepat bias membangun kehidupannya kembali.” Paparnya.

“ Program ini merupakan wujud tanggung jawab pemerintah propinsi, terhadap masyarakatnya dalam hal penanggulangan bencana dan keberdikarian, karena masyarakat yang merupakan penerima dampak langsung dari bencana,dan sekaligus sebagai pelaku pertama dan langsung yang akan merespon bencana disekitarnya.”papar Wahyu.

Masyarakat yang hadir dalam kegitan tersebut Nampak antusias mengikutinya seprti Paimin warga Desa Cening Kecamatan Limbangan” Saya sangat senang mengikuti sosialisasi ini, ini snagt berguna bagi kami, karena desa kami termasuk desa yang mempunyai kerawanan bencana yang tinggi, selian desa kami terletak diperbukitanm kontur tanah di desa kami sangat mudah longsor.”paparnya….(05a/hms)

 


Indeks Berita