Berita Terkini


MENSOS SERAHKAN BANTUAN SOSIAL PKH

Senin, 10 Oktober 2016 13:39:29

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (8/10) sore melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kendal. Mensos bersama rombongan diterima Bupati Kendal Mirna Annisa beserta para pejabat teras pemkab di pendopo kabupaten. Kehadiran Mensos ini sudah ditunggu ratusan ibu-ibu penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan warga penerima Bantuan Kompensasi Eks Tim-Tim diluar propinsi NTT yang ada di wilayah Kabupaten Kendal.

Dihadapan warga penerima bantuan sosial, Mensos menyampaikan bahwa Kementerian Sosial terus mengupayakan berlakunya satu kartu yang bisa digunakan untuk bantuan bagi keluarga kurang mampu. Harapannya dengan satu kartu bisa lebih mempermudah dalam mendapatkan bantuan dari berbagai program bantuan sosial. Mensos juga sempat meminta kepada ibu-ibu untuk menunjukkan kartu yang di bawa. Bahkan ada yang mengaku sampai membawa kartu bantuan sosial lebih dari tiga kartu.

Tidak hanya itu, Mensos juga sempat menanyakan adanya pemotongan setiap bantuan sosial kepada keluarga tidak mampu. Serentak ratusan ibu-ibu sambil menunjukkan kartu yang dipegang sambil mengatakan tidak adanya pemotongan dari petugas. "Tidak ada pemotongan bu Menteri. Kami menerima utuh", ungkapnya serempak.

Mensos mengapresiasi kerja petugas PKH yang dinilai telah bekerja dengan baik dan benar. Dia berpesan kepada para penerima bansos untuk bisa menggunakannya sebaik-baiknya. "Bantuan yang sudah diterima agar bisa digunakan sebaik mungkin. Hindari penggunaan bantuan yang tidak sesuai dengan yang dibutuhkan untuk pendidikan, peningkatan gizi agar keluarga sehat dan cerdas", pinta Mensos.

Selain memberikan bantuan program keluarga harapan, Mensos juga memberikan bantuan bagi anak-anak berprestasi dari keluarga PKH serta Bantuan Kompensasi Eks Tim-Tim , masing-masing Kepala Keluarga menerima dana bantuan sebesar Rp. 10.000.000,00.

Senada, Bupati Mirna Annisa mewanti-wanti kepada para penerima PKH untuk benar-benar memanfaatkan dana bantuan tersebut sesuai dengan peruntukannya. "Jangan sampai disalahgunakan untuk kepentingan lain. Manfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya, untuk keperluan pendidikan gisi dan pendidikan anak", pintanya.

Kepada para pendamping PKH, Mirna berpesan untuk selalu memantau dan mendampingi langsung pengelolaan dana peserta PKH, termasuk didalamnya PKH diminta untuk mendampingi saat pencairan dana PKH. "Peran para pendamping ini adalah membantu dan mengawasi proses penerimaan bantuan PKH yang dilakukan sendiri oleh penerima, agar lancar dan tepat sasaran", pesan Mirna Annisa.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kendal Kuncahyadi menyampaikan, jumlah penerima bantuan PKH di Kabupaten Kendal tahun 2016 sebanyak 21.475 keluarga dengan total bantuan Rp. 37.844.520.000,- yang diterimakan tiga tahap.

Ditambahkan, bantuan bagi eks warga Tim-Tim di luar propinsi NTT yang kini berdomisili di Kendal ada 46 KK dengan total bantuan Rp. 460.000.000,-. Sedangkan bantuan untuk 361 disabilitas tahun 2016 ini total bantuan senilai 1.137.600.000,- "Tiap orang per bulan menerima bantuan Rp. 300.000,- selama setahun", jelas Kuncahyadi.

Disamping itu Kuncahyadi menuturkan pihaknya juga menyampaikan bantuan sosial kepada 75 lansia. Masing-masing menerima Rp. 200.000,- perbulan selama setahun. "Dinsos juga menerima bantuan 1 (satu) kendaraan siaga bencana seharga Rp.30.427.100. Semoga bantuan-bantuan yang telah kami sampaikan kepada mereka yang berhak, benar-benar bermanfaat dan bisa meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat", ungkapnya. (02/hms)

 


Indeks Berita