WELERI - Siswa-siswi SMK Muhammadiyah 3 Weleri memerankan Sosiodrama 'Tumenggung Bahureksa', yang digelar dalam memeriahkan HUT TNI ke -71, di Pendopo sekolah setempat, Jumat malam (7/10). Pagelaran sosiodrama tersebut diperankan dengan baik selama satu jam, oleh para siswa. Mereka memainkan sosiodrama di bawah arahan Sutradara Marlia Cahyaningsih dan Mufli Khairul Hida selaku pengarah adegan.Hadir dalam acara tersebut Bupati Kendal dr Mirna Annisa, Dandim 0715 Kendal Letkol Inf Piter Dwi Ardianto, Perwakilan Forkopinda, Ketua PD Muhammadiyah Kendal H Muslim, serta ratusan siswa SMK Muhammadiyah 3 Weleri.
Kepala SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Yusuf Darmawan, mengatakan, pementasan sosiodarama ini merupakan buah kepercayaan dari Kodim 0715/Kendal kepada pihaknya, karena pada tahun sebelumnya mampu menampilkan dengan baik drama kolosal Jendral Soedirman di lapangan Sambongsari, Weleri. Diakuinya, jalinan kerjasama dengan Kodim Kendal telah berlangsung sejak tiga tahun belakangan.
"Kami berharap masyarakat Kendal khususnya siswa SMK Muhammadiyah 3 Weleri, lebih mengenal khasanah pengetahuan dan sejarah Kota Beribadat melalui pagelaran sosiodrama ini. Semua diperankan dengan baik oleh para siswa, melalui bimbingan narasumber sejarawan KRA Hamaminata Nitinegoro," ujarnya.
Dikatakan, para siswa yang terdiri atas 60 orang tersebut, biasanya harus berkutat dengan hal-hal teknik seperti permesinan dan berbagai jurusan lainnya, ternyata mampu diarahkan untuk mementaskan sosiodrama tersebut. Sehingga hal ini dipandang cukup membanggakan pihak sekolah. "Para siswa berlatih selama duapuluh hari, dan mereka yang kesehariannya berkutat pada pelajaran harus berlatih setelah jam sekolah berakhir. Mereka dibimbing langsung oleh sutradara dan narasumber serta melibatkan personel dari Kodim Kendal," tuturnya.
Terpisah, Dandim 0715/Kendal, Letkol Inf Piter Dwi Ardianto Mulyadi, mengungkapkan, sosiodrama merupakan usaha mengkreasikan sebuah kegiatan dengan cara berbeda, yakni melalui kesenian kebudayaan. "Ini merupakan sebuah usaha dalam menggali potensi seni yang ada pada diri para siswa SMK Muhammadiyah 3 Weleri. Diharapkan pagelaran tersebut mampu mengenalkan kebudayaan dan sejarah Kendal lebih mendalam bagi seluruh hadirin yang ada," ucapnya.
Dikisahkan dalam salah satu adegan, pasukan Mataram yang dipimpin Tumenggung Bahurekso memberikan perlawanan sengit kepada tentara Belanda. Peperangan terjadi lantaran Belanda melakukan pemaksaan terhadap pedagang Pribumi untuk menjual dagangannya kepada Belanda. Lantaran tindakan sewenang-wenang tersebut, kerajaan Mataram murka dan merencanakan penyerangan terhadap Belanda di Batavia, dengan menunjuk Tumenggung Bahurekso sebagai panglima perang. Dengan membawa 900 prajurit, Tumenggung Bahurekso berhasil mengepung Batavia dan membakar sebagian benteng disana.
Namun, karena hari sudah petang, peperangan melawan penjajah harus disudahi. Tumenggung Bahurekso menarik mundur pasukannya. Hal itu dimanfaatkan tentara Belanda yang berjumlah sekitar 2.866 orang dan dipimpin Jacques La Fabre mengejar pasukan Mataram. Namun, Bahurekso yang juga dinobatkan sebagai Bupati Kendal yang pertama, berhasil melarikan diri dari kejaran Belanda……(05a/hms)