Berita Terkini


PEMUDA PANCASILA GELAR FESTIVAL DRUMBLECK

Rabu, 12 Oktober 2016 05:59:46

Kaliwungu - Kesenian Drumbleck merupakan salah satu tradisi yang dimiliki oleh masyarakat Kaliwungu, khususnya dilaksanakan pada saat bulan Ramadhan. Para pemainnya mengandalkan berbagai perlatan seadanya, untuk diolah menjadi alat musik yang dimainkan berkeliling kampung. Tradisi ini coba untuk dipertahankan dan terus dilestarikan, salah satunya dengan cara digelar Festival Drumbleck, yang diprakarsai oleh Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila (PAC PP) Kaliwungu dan Kaliwungu Selatan.

Sambutan masyarakat Kaliwungu terhadap Festival Drumbleck ternyata sangat luar biasa. Hal tersebut terlihat dari dipadati jalan oleh warga yang datang dan ingin menyaksikan festival tersebut, sehingga sejak Jembatan Kali Waridin, Desa Plantaran, sampai Lapangan Brimob Kaliwungu, Minggu sore (9/10).

Festival tersebut diikuti 34 grup Drumbleck di Kabupaten Kendal, dan diikuti bintang tamu yakni grup Drumbleck Kreskendo. Selain peralatan musiknya yang lebih banyak menggunakan alat-alat dapur yang sudah tidak terpakai, juga sebagian besar peserta mengenakan kostum tradisional yang unik, seperti punakawan, kain batik, hingga kostum ala badut. Sehingga membuat Festival Drumbleck semakin unik dan menarik untuk disaksikan.

Kepala Bagian Humas Setda Kendal yang juga sebagai Pembina MPC PP ( Pemuda Pancasila) Kendal Drs Heri Wasito, didampingi Pengurus MPC PP Kendal, Anjar Wibowo, Senin (10/10), mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian acara memperingati HUT PP yang ke-57. Digelarnya Festival Drumbleck, lantaran PP ingin berusaha menyatu dan semakin dekat dengan masyarakat. Sehingga dipilih kegiatan yang bisa dirasakan, dinikmati, dan dapat diikuti semua anggota masyarakat. Rangkaian kegiatan lainnya, selain Festival Drumbleck diantaranya berupa bhakti sosial, bazar UMKM, dan festival band.

“Kami ingin keberadaan PP dapat memberi manfaat kepada masyarakat secara luas, sehingga kegiatan kesenian dan kebudayaan lokal seperti ini, perlu dijaga dan dilestarikan. PP ingin membumi dan berbaur bersama masyarakat,” ucapnya.

Tidak hanya itu, PP juga berusaha menjadikan Kaliwungu sebagai pusat budaya. Menurut Heri, banyak potensi kesenian dan kebudayaan lokal Kaliwungu yang bisa diangkat dan terus dihidupkan. Dalam penyelenggaraan ini, PP juga bekerjasama dengan Ayacom Advertising.

“Jika budaya dapat dikembangkan dengan baik, dapat memicu tumbuhnya sektor pariwisata. Hal ini akan membuat perekonomian masyarakat sekitar juga semakin berkembang, sehingga kesejahteraan masyarakat pun akan meningkat,” terangnya.

Terpisah, Pimpinan Ayacom Advertising, Wiwik Bambang Suprayogi, menuturkan, sengaja menggelar Festival Drumbleck karena ingin mempertahankan tradisi lokal, sehingga perlu untuk digairahkan kembali. “Kami ingin mengajak anak-anak muda supaya mencintai budaya lokal. Dengan mengangkat budaya lokal seperti drumbleck, maka nilai-nilai kebersamaan dan gotong-royong akan tetap terjaga. Melalui drum bleck, maka anak-anak bisa kumpul bersama saat latihan. Sehingga anak-anak tidak bermain gadget terus-menerus, yang cenderung bersifat individualitis dan membuat mereka kurang peka dengan lingkungan sekitar,” tambahnya.

Dalam Festival Drumbleck tersebut, Juara I diraih grup Melow dari Mranggen, diikuti grup Soneta dari Ngaglek sebagai Juara II, Juara III diraih Nada Reclub dari Krajankulon, Juara IV grup Minoka dari Krajan Plantaran, dan grup Pralon dari Plantaran sebagai Juara V. Sedangkan Juara Favorit Umum diraih grup Black Angel dari Sudipayung serta Favorit Lokal diperoleh grup Minoka…(05a/hms)


Indeks Berita