Berita Terkini


BNNK KENDAL GELAR WORKSHOP PENGEMBANGAN KAPASITAS P4GN

Kamis, 13 Oktober 2016 05:57:33

Kendal - Pengembangan Kapasitas Bidang P4GN (Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba ) di Lingkungan Masyarakat .Penggiat dan volunteer merupakan kepanjangan tangan dari BNN. Maka, dituntut harus paham P4GN dan Mars BNN. BADAN Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kendal, menggelar Worshop Pengembangan Kapasitas Bidang P4GN di lingkungan Masyarakat, bagi para penggiat dan volunteer dari 20 kecamatan di Kabupaten Kendal di Obyek Wisata (OW) Tirtoarum Baru, Kendal, Selasa (12/10).

Sebagai narasumber, Kepala BNNK Kendal, AKBP Sharlin Tjahaja F Arie, Kasi Dayamas BNN Kendal Gatot Noviartadi SS, S.TP, MM dan Kasi Pemberantasan Kompol Crubus. Sedangkan giat workshop dipandu oleh Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Kendal Sapto Nugroho.

Dalam kegiatan workshop ini, peserta yang terdiri dari penggiat dan volunteer dibagi menjadi lima kelompok. Masing-masing kelompok mendapatkan pendamping dari petugas BNNK Kendal. Kelima kelompok itu, yakni, Kelompok Kota Kendal, dengan pendampingan dari BNNK Kendal Yanti, Kelompok Boja, dengan pendamping Bayu,Kelompok Weleri, dengan pendamping Novi dan Sigit, dan Kelompok Kaliwungu, dengan pendamping Lintang. Sebelum acara workshop digelar, seluruh peserta, penggiat dan volunteer ditantang menjalani tes urine dari BNNK Kendal.

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNKKendal Sapto Nugroho, mengatakan, bagi penggiat dan volunteer harus bisa memahami tentang arti kata dari P4GN dan Mars BNN. Sebab denganmemahami substansi dari P4GN dan Mars BNN itu, maka akan dapat memudahkan mereka  pada saat terjun ke masyarakat dalam mensosialisasikan tentang bahayanya narkoba. “Jangan-jangan di sini ada yang tidak tahu apa itu kepanjangan P4GN dan isi dari syair Mars BNN. Mari kita pahami dua hal itu. Jangan yang muluk-muluk sampai menerawang ke angan-angan jauh ke sana. Cukup pahami dengan baik dan benar P4GN dan Mars BNN itu bisa jadi modal ampuh untuk sosialisasi anti narkoba. Kalau dua itu tak bisa dipahami ya wassalam,” kata dia.

Kepada penggiat dan volunteer, Sapto, mengungkapkan, bagaimana BNNK Kendal berhasil mendorong tiga kampung bisa dinobatkan menjadi kampung anti narkoba. Karena, keberhasilan itu tak terlepas dari bagaimana memobilisasi warga untuk dapatberpartisipasi mewujudkanya.Sehingga, tiga kampung itubersepakat untuk membentukkampung anti narkoba. Ini ada ikrarnya yang dibacakan secara bersama-sama. Ada gerak jalan bersama, lomba masak temanya lomba masak sehat anti narkoba. Penekanya bersifat alami tak memakai zat pewarna dan penyedap rasa. Legitimasinya ditandai dengan pengambilan sample warna diambil melalui tes urine nya. Jika dari perhitungan semuanya negatif, maka kampung itu sah dijadikan kampung anti narkoba. “Dari sini maka akan kita dorong untuk membentuk kampung anti narkoba di daerah lainya sebagaimana yang akan disiapkan penggiat dan volunteer nantinya melalui program kerja yang ada diproposalnya masing-masing,” ungkap dia.

Kepala BNNK Kendal, AKBP Sharlin Tjahaja F Arie, mengungkapkan, tugas volunteer dan penggiat kalau menemukan tempat yang daerahnya sudah ada target operandi (TO) dari BNN bisa berkoordinasi denganBabinkamtibmas, Babinsa atau Kepala Keamanan Kecamatan atau langsung ke BNN. Sharlin meminta pada penggiat dan volunteer bersinergi dengan BNN gencar melakukan sosialisasi P4GN melalui berbagai macam cara yang kreatif. Seperti gerak jalan bersama dan pada perkampungan nelayan dengan memasang bendera yangmengandung pesan anti narkobaserta bisa juga melalui permainan rakyat. Ini dalam rangka ciptakan Kabupaten Kendal bebas peredaran narkoba.

“Yang di sini ini merupakan yang terpilih di kecamatan untuk menjalankan tugas yang mulia menyelamatkan anak bangsa. Coba bayangkan kalau tidak adayang peduli hal ini, generasi kita akan habis. Ayuk bersama-sama kita bagaimana caranya menekan atau meminimalisir peredaran narkoba di wilayah Kendal,” tegas dia.

Kasi Dayamas BNN Kendal Gatot Noviartadi, menyatakan, kegiatan ini merupakan workshop. Kegiatan ini nantinya dapat memunculkan ide atau output-output baru dalam bidang P4GN. Kegiatan yang sudah diprogramkan volunteer dan penggiat akan dberikan anggaran dari BNN yang merupakan uang negara dari APBN. Sehingga nantinmya akan berhadapan dengan BPK. “Konskuensinya adalah harus dipertanggungjawaban dan bersifat transparan penggunaanya. Kami tak ingin ada masalah dikemudian hari, makanya itu kita adakan workshop ini. Apa-apa yang harus dilakukan dan yang harus dipenuhi ada semua di kegiatan ini,”

Gatot, menambahkan, di Kabupaten Kendal ada tempat rehabilitasi, secara medis dan rawat jalan di RSUD Suwondo. Menerima pasien penyalahguna narkoba melalui metode medis dan rawat jalan. Pihaknya, masih berusaha mendorong  berbagai lembaga baik komponen pemerintah atau masyarakat untuk bisa  melaksanakan proses rehabilitasi.

“Kami butuh bantuan volunteer dan penggiat. Jika tahu ada diwilayahnya masing-masing ada suatu tempat yang bisa didorong untuk menjalankan proses rehabilitasi  silahkan disharing ke BNN. Di jateng masih sangat jarang proses rehabilitasi berbasis sosial. Karena saat ini kalau kita menerima  lapaoran pecandu narkoba kita pasti merujuk ke Jogja.pungkasnya….(05a/hms)


Indeks Berita