KENDAL - Pemilihan Kepala Desa 2017 di 62 desa di 19 kecamatan ditinjau langsung para anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah ( Forkopimda ), Senin (17/10) yakni Komandan Kodim 0715 Letkol Inf Piter Dwi Ardianto, Kapolres Kendal AKBP Maulana Hamdan, SIK, SEkda Kendal Ir. Bambang Dwiyono, MT mewakili Bupati Kendal dr. Mirna Anissa, M.Si dan perwakilan Kejaksaan Negeri Kendal di enam desa di lima kecamatan.
Sebelumnya Bupati Kendal, dr. Mirna Annisa,MSi meminta kepada semua pihak agar bisa menjaga kondusivitas antar pendukung, mampu memberikan pengertian kepada masyarakat supaya tidak terjadi kericuhan. Kepada sesama calon diharapkan agar saling menghargai dan menjaga massa dan pendukungnya untuk menjaga situasi kondusif. “Bikin kesepakatan sesama calon untuk pilkades damai,”pintanya.
Kepada kades terpilih nanti, Bupati Mirna juga meminta agar mempunyai gambaran yang jelas untuk program di desanya. Akan memaksimalkan kinerjanya dan bisa bersinergi dengan pemerintah kabupaten, sehingga kades harus bisa mengoperasikan dan menjabarkan tugas-tugasnya. Kades harus bisa menjadi figur pemimpin bagi masyarakat yang akan berjuang untuk kesejahteraan masyarakat. “Kades harus punya visi misi yang jelas dan kongkrit,” harapnya.
Kunjungan anggota Forkopimda untuk memantau langsung menurut Sekda Kendal bertujuan untuk mendorong Pilkades dapat berlangsung dengan aman dan damai dan hasilnya bisa diterima semua pihak.
Keenam desa yang dipantau langsung semua berada di wilayah Kabupaten kendal bagian bawah. Desa desa tersebut yakni Desa Wonorejo Kecamatan kaliwungu ( 3 calon kades ), Desa Podosari Kecamatan Cepiring ( dua calon kades ), Desa Rowobranten ( 2 peserta ) dan Desa Ngerjo ( dua calon kades ) Kecamatan Ringinarum, Desa Nawangsari Kecamatan Weleri ( 5 calon kades ) dan Desa Jatipurwo Kecamatan Rowosari ( 3 calon kades ). ( 03/heDJ )