KENDAL - Sebanyak 5.000 santri dari 50 pondok pesantren yang tersebar di Kabupaten Kendal, mengikuti kirab bermobil dalam rangka Hari Santri Nasional 2016, Kamis (20/10). Mereka menaiki lebih dari 100 mobil, yang didominasi bak terbuka. Para santri tersebut beriring-iringan melakukan kirab menempuh jarak sepanjang 20 Kilometer dari Lapangan Desa Sambongsari, Weleri, hingga tempat parkir Masjid Al Muttaqin, Kaliwungu.
Rombongan kirab di sambut pagar betis santri, sejak 100 meter sebelum Masjid Agung Kaliwungu. Setibanya di tempat parkir masjid tersebut, mereka disambut oleh Camat Kaliwungu Dwi CS, Kapolsek Kaliwungu AKP Satya Adi Nugraha, Pengasuh Ponpes APIK KH Sholahudin Khumaidullah, mantan Wabup Kendal Muh Mustamsikin, Kyai Idris Noor, Kyai Suyuthi Murtadlo, dan sejumlah ulama lainnya. Pada kesempatan itu, juga diserahkan bendera Merah Putih dan bendera Nahdlatul Ulama oleh perwakilan panitia.
Dalam sambutannya, Muh Mustamsikin, mengatakan, diraihnya kemerdekaan bangsa Indonesia tidak lepas dari peran kyai dan santri. Mereka turut berjuang untuk kemerdekaan bangsa melalui resolusi jihad. Pada 22 Oktober 1945 KH Hasyim Asyari mengeluarkan fatwa jihad bagi seluruh umat Islam, untuk ikut berperang melawan penjajah.
Dikatakan, seorang santri itu harus iso opo wae, opo wae iso (bisa apa saja, apa saja bisa). Sebab menghadapi perkembangan jaman, santri jangan sampai kalah bersaing dengan orang-orang yang tidak pernah nyantri. "Santri Kendal harus serba bisa sehingga tidak kebingungan saat nantinya berada di tengah-tengah masyarakat," tambahnya.
Terpisah, Ketua Panitia Hari Santri Nasional 2016 Kendal, Nurul Anwar, mengungkapkan, kirab ini merupakan awal rangkaian peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Kendal. Selain kirab, nantinya akan digelar halaqah kebangsaan, festival rebana, lomba baca kitab kuning, dan jalan sehat santri. "Puncak acara akan dilakukan ikrar santri terhadap kesetiaan NKRI pada Sabtu malam besok," ucapnya....(05a/hms)