KENDAL - Salah satu gebrakan dilakukan Bupati Kendal dr. Mirna Anissa, M.Si yang menyampaikan potensi dan keunggulan berinvestasi di Kawasan Industri Kendal yang merupakan kawasan industri strategis lantaran melibatkan dua negara Indonesia dan Singapura dalam acara Seminar Nasional " Sebelas Naik Kelas " yang digelar di Grand Ballroom Hotel Kempinsk Jakartai, Senin (7/11).
Bupati Mirna berharap kehadiran KIK berpengaruh signifikan pada peningtan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, dia juga menyatakan KIK tidak hanya akan menjadi sumber pendapatan bagi daerah dan negara namun juga membuka peluang lapangan kerja baru bagi masyarakat sehingga tidak perlu lagi bekerja di luar negeri.
Dalam sesi 3 yang menampilkan judul " Membangun Indonesia Dari Daerah Dengan Inovasi ", dr. Mirna menyampaikan pembangunan Kawasan Industri Kendal merupakan salah satu upaya untuk pemerataan wilayah Industri di Pulau Jawa yang selama ini hanya berpusat di Jawa barat dan Jawa Timur saja. Jawa Tengah harus memiliki kawasan industri tersendiri karena disamping tenaga kerja melimpah dan upah pekerja memenuhi syarat juga karena dekat dengan Pelabuhan Tanjung Kendal yang sedang dikembangkan menjadi pelabuhan niaga.
Seperti yang telah disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (19/8) saat berkunjung ke Kawasan Industri Kendal di Jalan Arteri Kaliwungu, yang didampingi Bupati Kendal dr. Mirna Anissa, M.Si dan seluruh anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di Kabupaten Kendal. Pembangunan kawasan industri tersebut sangat strategis letaknya yang berada di jalan raya pantura Jawa yang dengan mudah diakses baik lewat pelabuhan, kereta api apalagi jalan utama di Pulau Jawa.
Selain itu, KIK keberadaannya juga mendekatkan dengan para calon tenaga kerja yang berada di Jawa Tengah yang cukup besar. Pemerintah Pusat, menurutnya sangat mendukung dengan KIK. Hal tersebut dibuktikan dengan akan diresmikannya KIK oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo dan Perdana menteri Singapura Lee Hsien Loong menurut rencana 14 November mendatang.
Sebagai salah satu kawasan industri yang dikembangkan untuk mendukung masuknya Penanaman Modal Asing ( PMA ) dan tumbuhnya industri dalam negeri ( PMDN ), KIK diharapkan semakin berkembang dan mampu mengakomodasi wilayah industri yang terintegrasi.
Sementara itu, Mifti Haris dari PT Jababeka Infrastruktur sebagai pengembang KIK, menjelaskan, KIK telah siap menjadi kawasan industri modern yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas seperti di kawasan industri Jababeka di Cikarang Jawa Barat. Lahan yang sudah disiapkan seluas 700 hektar dengan 500 hektar untuk kawasan pabrik. Sementara sisanya untuk fasilitas pendukung seperti water treatment, pembangkit listrik, sekolah, lapangan golf dan rumah tinggal untuk pimpinan perusahaan.
Diketahui sampai saat ini, 16 perusahaan siap membangun pabrik di KIK. 8 perusahaan yang terdiri dari perusahaan furnitur, spare part serta makanan siap beroperasi. Sebanyak 3 perusahaan sudah mulai membangun dan satu diantarnya bangunan pabrik sudah berdiri yang merupakan perusahaan furniture interior hotel dan kapal pesiar.
Hadir sebagai nara sumber selain Bupati Kendal, Bupati Kudus Mustofa, peraih medali emas olimpiade Brasil 2016 tantowi Ahmad dan Lilyana Natsir, Walikota Makasar, Direktur PGN, Direktur PT Pos Indonesia dan Direktur BPJS Ketenagakerjaan. Menteri yang hadir yakni Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan hadir pula CEO MNC Group Harry Tanoe Soedibyo. ( 03 / heDJ )