Berita Terkini


RATUSAN JAMAAH HADIRI PENGAJIAN AHAD WAGE

Minggu, 20 November 2016 18:48:58

Kendal- Pengajian Majelis Taklim Beribadah Kendal menggelar tausiah dan dzikir setiap ahad wage di Pendopo Agung Kendal, minggu (20/11)pagi. Pengajina rutin iniu digelar sejak tahun 1996ini slalu dihadiri oleh banyak jamaah, hadir dalm pengajian kali ini Wakil Bupati Kendal Masyrur Masykur, KH Muh Saykir, KH Ali Chasman dan ratusan jamaah yang terdiri dari PNS, Pedagang Pasar,dan pensiunan PNS Kabupaten Kendal serta group rebana dari Pondok Pesantren Selamat Kendal.

KH Abdul Wahab sebagai pembicara dalam acara tersebut mengajak seluruh jamaah untuk selalu mendekatkan diri pada Allah SWT dengan cara meningkatkan ketaqwaan, keimanan,dan amal sholihnya,” Mari jadikan dunia ini sebgai sarana dan prasarana untuk bekal di akhirat natinya,jangan sampai kita menyesal setelah kita meninggalkan dunia ini.”ungkapnya.

KH Ahmad Zuhrudin,M.Si yang juga sebagai dosen di IAIN Walisongo Semarang mengharapakan kita semua unttuk senantiasa menjaga kesehatan,” Islam sebagai agama yang sempurna dan lengkap. Telah menetapkan prinsip-prinsip dalam penjagaan keseimbangan tubuh manusia. Diantara cara Islam menjaga kesehatan dengan menjaga kebersihan dan melaksanakan syariat wudlu dan mandi secara rutin bagi setiap muslim. Sehat adalah kondisi fisik di mana semua fungsi berada dalam keadaan sehat. Menjadi sembuh sesudah sakit adalah anugerah terbaik dari Allah kepada manusia. Adalah tak mung­kin untuk bertindak benar dan memberi perhatian yang layak kepada ketaatan kepada Tuhan jika tubuh tidak sehat. Tidak ada sesuatu yang begitu berharga seperti kesehatan. Karenanya, hamba Allah hendaklah bersyukur atas kesehatan yang dimiltkinya dan tidak bersikap kufur. Nabi saw. bersabda, “Ada dua anugerah yang karenanya banyak manusia tertipu, yaitu kesehatan yang baik dan waktu luang.” (HR. Bukhari).”ungkapnya

“Suatu hari Khalifah Umar bin Khattab RA melihat seorang pemuda berjalan seperti orang sakit. Lalu, Umar pun bertanya kepada pria itu, "Apakah engkau sedang sakit?" Pemuda itu menjawab, "Tidak." Mendengar jawaban itu, Umar mengangkat cambuknya dan memukul pemuda itu. Ia lalu memerintahkan anak muda itu untuk berjalan dengan tegap. Dalam sebuah hadis dari Anas bin Malik dikisahkan Rasulullah SAW telah memberi contoh berjalan yang baik. "Sesungguhnya Rasulullah SAW berjalan dengan tegar." (HR Muslim). Ketika berjalan, Nabi Muhammad SAW mengangkat kedua kakinya tinggi-tinggi karena beliau berjalan dengan tegap. Saking tegapnya, Nabi SAW seakan-akan berjalan dengan bertumpu pada pangkal telapak kakinya. Rasulullah berjalan dengan tegap, tak loyo dan tak seperti berjalan orang sakit atau perempuan. Kemampuan berjalan merupakan karunia yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya. Kisah di atas menggambarkan bahwa Islam pun mengatur tata cara atau adab berjalan yang baik. Setiap Muslim apabila sedang berjalan untuk sesuatu urusan diharuskan menjaga adab berjalan.”tambahnya.

Faizon (45) warga Kendal “ Saya selalu rutin mengikuti pengajian ahad wage ini dan pembicaranya selalu bergantian, saya berharap pengajian ini untuk selalu digelar,dan makin banyak lagi jamaahnya.”harapnya. Acara berlangsung aman dan khidmat…(05a/hms).


Indeks Berita