KENDAL - Pelantikan Kepala Desa sebanyak 62 orang berlangsung, Kamis (8/12) di Pendopo Agung Pemerintah Kabupaten Kendal. Bupati Kendal dr. Mirna Anissa, M.Si dalam sambutannya mengharapkan pelantikan kades tersebut bisa menjadi langkah awal dalam memperbarui Kabupaten Kendal dalam banyak bidang.
Bupati menyampaikan selamat kepada para kades yang dilantik dan medorong mereka untuk segera bekerja membangun wilayah masing - masing dengan tetap memperhatikan koridor - koridor yang ada dan mampu mempertanggungjawabkan tugas - tugas yang mereka emban. "Saya mengharapkan panjenengan yang diberikan amanah sebagai kepala desa mampu menjaganya, mampu menjadi pengayom bagi masyarakat panjenengan, mampu melaksanakan peraturan perundangan yang ditetapkan dan mampu setidaknya mendidik diri masing - masing sesuai dengan pakta integritas kontrak kinerja yang telah ditandatangani," ujar Bupati Mirna.
Apresiasi kembali diberikan Bupati Mirna dengan Pemilihan Kepala Desa yang pertama kali tanpa biaya yang bermuara pada dilantiknya 62 kepala desa terpilih. Dengan pesta demokrasi tingkat desa yang relatif bebas dari money politik, diharapkan mampu mendidik generasi muda di Kabupaten Kendal untuk tidak melakukan praktek politik praktis. "Saya berharap para kades terpilih mampu menjadi teladan bagi para gnerasi muda'" tandas Mirna.
Di sisi lain, kades terlantik diharapkan mampu melahirkan kader - kader penerus bangsa yang tetap menjunjung tinggi NKRI. Pelantikan kepala desa kali ini diharapkan Bupati bisa disepakati semua pihak dan pihak - pihak yang tidak puas diharapkan bisa legawa menerima apapun hasilnya.
Sebagai kepala desa, nantinya harus sering menjalin koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Tingkat Kecamatan dan memberi masukan pada Camat dalam rangka menjalankan roda pemerintahan di desa.
Bupati pada kesempatan pelantikan tersebut menekankan supaya para kades siap bekerja ekstra lantaran tugas yang diemban nantinya cukup berat dengan berbagai anggaran yang terhitung cukup besar bagi desa. Anggaran atau bantuan untuk membangun desa tersebut harus mampu dipertanggungjawabkan dengan baik dan dipergunakan sebaik - baiknya untuk membangun desa dan mensejahterkan masyarakatnya.
Pelayanan Prima juga ditekankan pada para kades untuk dipahami dan dilaksanakan selain untuk mempercepat pelayanan masyarakat di 2017, juga untuk memutus mata rantai pungutan liar yang masih marak terjadi di sektor pelayanan masyarakat. Diungkapkan Bupati Mirna untuk mendukung pelayanan prima dan pemberantasan pungli akan segera dibentuk tim Saber pungli bekerjasama dengan Polres Kendal dan kejaksanaan Negeri Kendal yang lini tugasnya sampai ke desa dan kelurahan.
Nantinya segala sesuatu di pemerintahan desa harus jelas terprogram dan terlaporkan dengan memanfaatkan aplikasi elektronik dan internet yang harus dikuasai dan dimengerti para kepala desa. Dengan penguasaan teknnologi informasi, semua program kerja akan transparan sehingga mampu menjembatani ketidak percayaan masyarakat pada pemerintah terhadap semua program pembangunan yang dijalankan.
Bupati Mirna sangat berharap dengan pelayanan publik tidak ada transaksi dalam bentuk uang cash. Data base berbagai hal terkait desa masing - masing pun ke depan harus dimiliki oleh pemerintah desa.
Terkait dengan pembantu kepala desa yakni sekretaris desa ( perda masih digodok di Pemprov jateng ), nanti haruslah SDM yang mumpuni dan berkualitas dengan kinerja tinggi. Dengan SDM yang berkualitas dan berkinerja tinggi akan membentuk pemerintahan yang mampu membangun daerah dan mensejahterkan masyarakatnya dimulai dari pemerintahan yang paling bawah.
Dua kata, komunikasi dan koordinasi diminta Bupati Mirna pada para kades untuk selalu dilakukan dalam berbagai kesempatan saat menjalankan tugasnya meminpin pemerintahan di desa masing - masing. Terutama terkait dengan penggunaan anggaran desa yang cukup besar.
"Kita semua bersepakat dan berkomitmen tidak ada Korupsi, Kolusi dan Nepotisme di Kabupaten Kendal. Saya menekankan supaya kerja bapak - ibu dimaksimalkan. Jangan sampai mengaku pelayanan prima namun jam 11 sudah tutup," pinta Mirna.
Terkait dengan tanah bengkok, Bupati Mirna menjamin tidak ada permasalahan dan para kades diminta berkonsentrai dan pad tugas dan pekerjaannya. Untuk para istri kades, seyognya bisa mendampingi suami untuk memelihara dan mengembangkan kegiatan PKK dan memberikan masukan untuk memberikan sumbangsih pada masyarakat desa.
Pada kegiatan Pelantikan 62 Kepala Desa terpilih tersebut, pelantikan secara simbolis dilakukan oleh Bupati Kendal kepada perwakilan Kades yakni Iskhon Kepala Desa terpilih Desa Wonorejo Kecamatan Kaliwungu dan Nuryanti Dewi Kades Terpilih Desa Kebumen Kecamatan Sukorejo. Sementara penandatanganan Pakta Integritas Kontrak Kinerja secara simbolis dilakukan oleh Kepala Desa terpilih Desa Puguh Kecamatan Boja, Ngamidjo, S.Pdi. ( 03 / heDJ )