Berita Terkini


RIBUAN GURU WIYATA BAKTI DAN TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH TERIMA BANTUAN

Sabtu, 10 Desember 2016 11:39:12

Sebagai bagian dari wujud perhatian pemkab terhadap para guru wiyata bakti dan tenaga administrasi sekolah, Sabtu (10/12) di pendopo kabupaten, pemkab, melalui dinas pendidikan menyerahkan bantuan transport kepada mereka. Penyerahan secara simbolis disampaikan oleh Ketua Komisi D DPRD Kendal Ainurohim bersama wakil ketua komisi D Aminudin di dampingi Kepala Disdik Muryono dan Direktur Bank Jateng Cabang Kendal Sudaryo.

Para tenaga wiyata bakti yang jumlahnya berkisar 3.500 orang ini pada semester ke dua tahun 2016 masing-masing mendapatkan dana bantuan transport sebesar Rp.1. 200.000,-. Muryono mengatakan, nominal bantuan transport tersebut diterima utuh, dan hanya dipotong pajak. Para tenaga wiyata bakti ini mendapatkan bantuan transport setiap bulannya sebesar Rp. 200.000,-.

Untuk tahun 2017 menurut wakil Ketua Komisi D DPRD Kendal Aminudin, bantuan transport akan ditingkatkan 100 %, sehingga setiap bulannya, mereka akan menerima Rp. 400.000. “Nantinya bantuan transport ini akan diberikan setiap setengah bulan sekali, dan akan diterimakan di tiap-tiap kecamatan. Bantuan tersebut akan diberikan pada guru wiyata bakti dan tenaga administrasi sekolah SD dan SMP. Untuk yang SMA dan SMK kita menunggu kebijakan dari pemprop, karena SMA/SMK sudah diambil alih oleh pemprop”, kata Aminudin.

Namun tambah Aminudin, apabila pada awal tahun 2017 mendatang belum ada kebijakan dari pemprop, maka Aminudin dan kawan-kawan mengaku akan memperjuangkan melalui APBDP. Sedangkan untuk tenaga honorer K2, Aminudin menyampaikan, bagi tenaga honorer K2, yang semula honor perbulannya Rp. 200.000,- akan dinaikan, yang besarannya disesuaikan dengan tingkat pendidikannya.

“Pada tahun 2017, K2 yang berpendidikan S1 akan menerima honor sebesar 1.300.000,- bagi yang berpendidikan DIII senilai Rp. 1.250.000,-, yang berijazah SMA sejumlah Rp. 1.200.000,- dan bagi yang berijazah SMP dan SD sebanyak Rp. 1.150.000,-“, jelasnya.

Dijelaskan oleh Aminudin, bahwa bagi tenaga wiyata bakti yang belum bisa mengalami kenaikan dana transport pada tahun 2017, adalah guru PAUD/TK. “Guru PAUD/TK yang jumlahnya 1300 orang belum bisa dinaikkan. Kita masih terkendala oleh regulasi yang ada. jadi para guru PAUD/TK masih menerima Rp. 200.000 per bulannya”, terangnya.

Belum semua guru wiyata bakti menerima bantuan transport. Untuk itu ada usulan dari para penerima dana bantuan transport tersebut, agar DPRD bisa memperjuangkan sehingga kedepan semua guru wiyata bakti bisa mendapatkan dana bantuan tersebut.

Sementara itu Kepala Disdik Muryono dan Ketua Komisi D, Ainurohim, keduanya berpesan kepada para guru wiyata bakti untuk tetap bisa memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi anak didiknya. Ainurohim berjanji akan terus memperjuangkan nasib para tenaga wiyata bakti ini agar kedepan nasibnya lebih baik. “Syukur apabila nantinya semuanya bisa diangkat menjadi PNS”, ungkap Ainurohim. (kris/hms)


Indeks Berita