Berita Terkini


IKA SMANIK 90 LAKUKAN BEDAH RUMAH

Selasa, 28 Februari 2017 07:23:18

CEPIRING – Bedah rumah tidak layak huni milik mbah Sunik, warga tidak mampu tinggal di Desa Cepiring, RT 3, RW 2, Kecamatan Cepiring, yang dilakukan ikatan alumni SMANIK tahun 1990 telah rampung pengerjaanya. Sehingga pada, Minggu (26/2) siang, rumah tersebut secara resmi sudah diserhterimakan kepada pemiliknya melalui acara tasyakuran sebagai tanda penempatan rumah baru.

Hadir antara lain, dari pemerintahan Kecamatan Cepiring, perangkat Desa Cepiring, Danramil Cepiring, dan Polsek Cepiring, serta tokoh agama dan warga masyarakat setempat.

Ketua Pelaksana Bedah Rumah, Henggar mengatakan, kondisi rumah tidak layak huni milik mbah Sunik dari berbagai media surat kabar dan media sosial. Dari kondisi itu, sehingga secara sepontan menggerakkan ikatan alumni SMANIK 1990 untuk membantu melakukan bedah rumah tersebut.

“Pada prinsipnya ini merupakan wujud nyata berbakti untuk membantu warga yang tidak mampu. Bedah rumah ini baru yang pertama kalinya dan bisa berkelanjutan. Bedah rumah dikerjakan selama tiga minggu dengan dana yang terkumpul dari alumni. Semoga rumah ini bisa aman dan nyaman untuk ditinggali mbah Sunik. Kemudian juga akan menambah kekhusukan dalam menjalankan ibadah,” kata dia.

Kepala Desa Cepiring, melalui Carik Cepiring, Nur Sihah mengatakan, mengapresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan ikatan alumni SMANIK 1990 dalam bakti sosial membantu warga yang tidak mampu yang ada di desanya, yakni, melakukan bedah rumah. Sebelumnya, kata dia, terkait kondisi rumah mbah Sunik pihak desa sudah melaporkannya kepada dinas terkait.

“Atas nama pemerintah desa mewakili mbah Sunik, saya mengucapkan terma kasih atas bedah rumah kepedulian dari ikatan alumni SMANIK 1990 ini. Harapanya masih terus bisa berlanjut. Karena di desa ini tak hanya ada mbah Sunik saja, melainkan masih banyak mbah Sunik lainya,” kata dia.

Sementara, mbah Sunik mengaku senang dan berterima kasih atas bedah rumah yang dilakukan ikatan alumni SMANIK 1990. Bahkan dirinya tidak bisa tidur dan enggan makan saat rumahnya yang tidak layak huni dibedah dengan rumah sehingga menjadi rumah yang aman dan nyama untuk ditinggalinya.

“Saking senangnya, saya ndak iso turu lan ora jeneg mangan mas. Syukur, matur nuwun alumni SMANIK sampun ndadani omahku iki,” kata dia...(05A/KOM)


Indeks Berita