KENDAL - Pemkab Kendal melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal Ir. Bambang Dwiyono, MT menggelar audiensi dengan pihak Stiepari yang dipimpin Ketua Yayasan Stiepari Prof Dr. Dr. Soetomo, WE dan ketua Stiepari Dra Renny Apriliani MM, Rabu (1/3) di Ruang Kerja Sekda Kendal. Dalam pertemuan tersebut disepakati bekerjasama untuk mewujudkan Kabupaten Kendal sebagai Kota Wisata.
Sutomo, WE mengatakan, supaya pengembangan pariwisata di Kabupaten Kendal bisa berjalan dengan baik, Pemkab Kendal harus fokus untuk mengembangkan destinasi wisata tidak lebih dari dua. Hal tersebut supaya pembangunan wisata bisa berjalan dengan baik dan terarah, apa yang hendak diunggulkan. "Mengembangkan sebuah daerah menjadi tempat pariwisata unggulan harus dijalankan dengan total dan sungguh - sungguh dan tidak bisa setengah - setengah," ujar Prof Soetomo.
Kreatifitas dan ide - ide harus disertakan dengan mengandeng berbagai sektor untuk mengarap bersama satu atau dua destinasi wisata yang sangat potensial. Selain itu, untuk membangun pariwisata, ilmu pariwisata mutlak diperlukan guna mengelola dengan manajemen yang tepat. Desa wisata dengan one village one product perlu dihidupkan untuk mendukung tourism development dengan berbagai kuliner lokal dan seni budaya berupa tarian atau pertunjukan seni yang lain yang bisa disajikan untuk dinikmati wisatawan.
Ketua Stiepari, Reny menambahkan, tindak lanjut dari MOU Kerjasama antara pemkab Kendal dengan Stiepari Semarang pada September tahun 2016 sudah mulai ditindaklanjuti dengan pemberian Kuliah Kerja Lapangan ( KKL ) di Pulau Tiban di Desa Kartika Jaya dan Desa Wonosari dengan antara lain memberikan bantuan alat mesin potong. Selain itu, KKL Stiepari juga membantu memberikan pengecatan pada lokasi wisata Curug Sewu Di Kecamatan Patean.
Sementara Sekda Kendal menambahkan, pengembangan pariwisata di Kabupaten kendal kalau mengandalkan anggaran APBD sangat sulit terwujud, sehingga dia mengajak para investor dan warga lokal sekitar destinasi wisata untuk ikut aktif mewujudkan desa wisata guna mendukung pariwisata tersebut. Kemudian , lanjutnya, perlu didukung dengan promosi yang gencar sehingga orang luar atau wisatawan bisa mengenal destinasi wisata di kabupaten Kendal lebih baik lewat berbagai sarana promosi terutama lewat media sosial dan internet yang memang sudah menadi bagian dari hidup sehari -hari masa kini.
Menurut Sekda Pemkab Kendal bertekad untuk memiliki destinasi wisata yang bisa dikenal luas dan unggulan dan berharap kerjasama pengembangan kepariwisataan terutama tempat wisatatidak berhenti pada tataran MOU maupun sarasehan saja namun lebih lanjut dengan pembangunan wisata secara riil atau nyata.
Untuk menindaklajuti MOU, dalam waktu dekat akan diadakan sarasehan untuk membahas destinasi wisata Gua Kiskendo yang sangat potensial namun selama ini tidak bisa berkembang. Selain itu Curug Sewu, Desa Wisata Pulau Tiban dan Pantai Ngeboom Kaliwungu disinggung dalam agenda tersebut.
Guna mendukung pengembagan pariwisata di Kabupaten Kendal, Dinas Kominfo Kabupaten Kendal yang diwakili Kepala Dinas Drs. Muryono, SH, MPd mengungkapkan, pihaknya bakal menuntaskan program Desa On Line sehingga semua desa dan Pemkab terkoneksi jaringan internet dan komunikasi bisa berjalan dengan lancar untuk mendukung pengembangan wisata di Kabupaten Kendal.
Kepala Bagian Hukum Setda Kendal Nur Fuad mengatakan, embrio untuk pengembangan wisata di Kabupaten Kendal didukung denga Perda No 1 Tahun 2017 tentang Kerjasama Untuk Menunjang Pembangunan Daerah. Denga landasan peraturan daerah tersebut, pembangunan wisata Gua Kiskendo, Curug Sewu dan Pulau Tiban bisa dikaji dari berbagai aspek.
Pada kesempatan audiensi tersebut hadir seluruh OPD yang terkait dengan pembangunan pariwisata di Kabupaten Kendal diantaranya Dinas Pemuda dan Pariwisata, Baperlitbang ( Bappeda ) dan Dinas Komunikasi dan Informatika. Hadir pula Asisten Administrasi Setda kendal Drs, Bambang Winarno dan Asisten Ekbang Dra. Diniwati. ( 03 / Kom - heDJ )