Ngampel - Sarasehan digelar oleh Pondok Pesantren Sabilurrassyad Ngampel, mengangkat tema Kendal Permata Pantura. Acara yang prakarsai oleh dr Hj Susmeiati tersebut, bertujuan untuk lebih mengangkat potensi Kabupaten Kendal di kancah Nasional dan Internasional. Kegiatan digelar di aula Ponpes setempat Minggu,(30/4), dihadiri Bupati Kendal dr Mirna Annisa,M.Si, Mujib Rochmad anggota DPR RI, Purwoto Tokoh masyarakat Kendal dan puluhan mahasiswa asli Kendal.
dr Susmeiati perwakilan Yayasan Ponpes Sabilurassyad mengungkapkan, dirinya berkeyakinan, nantinya Pondok Pesantren Sabilurrrasyad akan terus berkembang dengan landasan Rohmatan Lil Alamin. Masih menurut Susmeiati, pendidikan berbasis pesantren kedepan akan diminati oleh masyarakat kendal, karenanya, pihaknya akan membuka program studi baru yang menjadi tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi yaitu program studi Multimedia.
Mujib Rochmad mengapresisasi kinerja Pemerintah kabupaten Kendal. Dikatakan, Kendal menyimpan berjuta potensi, karena Kendal memiliki topologi yang unik dan lengkap, potensi wisata laut dan perikanan yang besar. Destinasi wisata religi yang dimiliki Kendal, Pegunungan Kendal yang menyimpan potensi wisata alamnya yang luar biasa, merupakan kekayaan lain yang harus terus dikembangkan di Kendal."ungkapnya
Bupati Kendal dr Mirna Annisa berterimakasih terhadap seluruh masukan pada dirinya, Dia berharap kedepan segala potensi Kabupaten Kendal akan terus dikembangkan, " Kendal kedepan akan lebih baik dengan mottonya Kendal Permata Pantura, itu cita cita kita bersama, untuk itu perlu sinergi aktif dari seluruh masyarakat Kendal."harapnya.
Dalam kesempatan tersebu Bupati Kendal dr Mirna Annisa berkesempatan bertemu dengan santri santri ponpes Sabilurrasyad,Bupati nampak bahagia dengan sambutan meriah santri bahkan Bupati Mirna memberikan motivasi bagi santri untuk selalu belajar. Ada hal menarik yang diberikan Bupati Mirna, saat dia bersedia menandatangani buku pelajaran para santri yang berjumlah 30 buku.
" Saya sangat senang bisa bertemu langsung Bupati , apalagi buku pelajaran saya di tanda tangani langsung,ini merupakan sejarah dalam kehidupanku."ungkap Ayu santri dari Mijen Semarang.(05a/kom)