Acara untuk pertama kalinya bertajuk Semarak Pesta Rakyat Makan Ketupat Bareng digelar di halaman Kantor Kecamatan Kaliwungu Minggu 2 Juni 2017. Selain dihadiri oleh Bupati Kendal dr Mirna Annisa Msi, Forkopimcam Kaliwungu, Camat Kaliwungu Selatan Achmadi S Sos MSi, Camat Brangsong Achmad Ircham Cholid SSTP MH juga tampak beberapa tokoh masyarakat Kaliwungu seperti budayawan Prof Dr Mudjahirin Thohir MA dan KH Muchibbin.
Camat Kaliwungu Drs Dwi Cahyono Suryo dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa acara semarak pesta rakyat makan ketupat merupakan murni ide dan inisiatif warga masyarakat. “Terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh komponen masyarakat seperti Pemuda Pancasila, PEKAT, Banser NU, dan Persatuan Silat Harimau Putih yang asli Kaliwungu dan yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu untuk bersama-sama mensukseskan acara ini”. Sementara itu Ketua Panitia Arno Samudera menyampaikan permohonan maaf jika acara belum dapat berjalan sesuai harapan. Kedepan pihaknya akan terus melakukan koreksi dan evaluasi untuk lebih mengembangkannya menjadi aset budaya Kabupaten Kendal.
Bupati Mirna sangat mengapresiasi warga masyarakat Kaliwungu yang telah bersatu melakukan rintisan acara budaya untuk pertama kalinya itu. “Ketupat jika dibelah warnamya putih sebagai simbol kesucian dan kebersihan. Marilah kita jaga Kaliwungu dari sampah agar senantiasa bersih sebagaimana pesan agama bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Namun bukan hanya bersih secara lahiriah saja, marilah kita jaga hati kita juga untuk selalu bersih,” pesannya kepada masyarakat yang sudah tak sabar menunggu pesta ketupat dimulai.
KH Muchibbin pada saat doa menyampaikan sejarah singkat Bakda atau Lebaran Ketupat. “Tradisi di Kaliwungu, bakda atau lebaran diwarnai dengan makan lonthong bersama. Karena Allah menciptakan makhluknya selalu berpasangan kemudian menginspirasi untuk menjadikan ketupat sebagai pasangan lonthong. Oleh karena itulah kemudian ada tradisi Bakda Ketupat atau Lebaran Ketupat setelah sepekan berpuasa di bulan Syawal dengan makan ketupat bareng.
Sebelum pesta makan ketupat dimulai terlebih dulu digelar unjuk kebolehan Perkumpulan Silat Harimau Putih yang saat ini menjadi pewaris satu-satunya silat asli Kaliwungu. Begitu pesta makan ketupat dimulai, tiga buah gunungan besar berisi ketupat langsung diserbu masyarakat dan dalam waktu beberapa menit saja langsung habis. Masyarakat asyik makan ketupat sambil menunggu rejeki siapa tahu dapat hadiah dengan mencocokkan angka dibawah piring yang dipakai untuk makan masing-masing dengan yang dibacakan oleh pembawa acara..(1Kom)