Berita Terkini


BUPATI KENDAL CANANGKAN KAMPUNG KB KEDUNGGADING

Selasa, 15 Agustus 2017 15:56:45

KENDAL - Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, M.Si yang diwakili Asisten Administrasi Setda Kendal Bambang Winarno, SE, Selasa (15/8) di Balai Desa Kedunggading, Kecamatan Ringinarum, mencanangkan Kampung Keluarga Berencana ( KB ). Pembentukan Kampung KB merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia.

Menurut Bupati, Dalam sambutannya yang dibacakan Bambang, pada Tahun 2017 ini target pencanangan dan pembentukan Kampung KB adalah 1 Kampung KB di setiap Kecamatan di seluruh Indonesia, agar manfaat program KB dapat lebih dirasakan secara langsung oleh masyarakat terutama yang berada di wilayah miskin, padat penduduk, kurang memiliki akses kesehatan, terpencil, pesisir, kumuh dan kesertaan ber-KBnya masih rendah. 

Sehingga, adanya Kampung KB diharapkan akan membuat Program KB bergema kembali dan dapat menjangkau masyarakat, terutama yang berada di desa-desa, dusun-dusun, dan kampung-kampung di seluruh wilayah Kabupaten Kendal. Kampung KB telah dicanangkan di 487 dari 514 kabupaten dan kota (95 persen) di seluruh Indonesia.

Sebagai upaya terus menerus, lanjut Mirna, untuk meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat terhadap pentingnya keluarga kecil, bahagia dan sejahtera, tanggal 29 Juni telah ditetapkan sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas) melalui Keputusan Presiden RI Nomor 39 Tahun 2014 tentang Hari Keluarga Nasional.

Dikatakannya, penyelenggaraan peringatan Harganas bertujuan untuk meningkatkan peran serta pemerintah, mitra kerja, dan swasta tentang pentingnya penerapan 8 fungsi keluarga dan pembentukan karakter sejak dini untuk mewujudkan pelembagaan keluarga kecil bahagia sejahtera.

Sementara menurut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluaraga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Asrifah S.Keb, peringatan Hari Keluarga Nasional didorong untuk dilakukan dengan pendekatan ketahanan keluarga dengan harapan keluarga-keluarga Indonesia akan menjadi semakin dekat dan dapat mempererat tali silahturrahmi satu sama lain. Keempat pendekatan dimaksud adalah sebagai berikut :

Satu, Keluarga Berkumpul, luangkanlah waktu tanpa gangguan pekerjaan, televisi atau alat eletronik lainnya, misalnya meluangkan waktu untuk berkumpul dengan keluarga selama 20 menit setiap hari dengan makan malam bersama;

Dua, Keluarga Berinteraksi. Semua anggota keluarga meluangkan waktu berkumpul untuk bercengkrama dan bertukar pengalaman dengan komunikasi yang lebih berkualitas. Interaksi tidak hanya dilakukan dengan atau antar anggota keluarga inti saja, tetapi juga dengan antar anggota keluarga besar, seperti sanak saudara, serta tetangga misalnya acara arisan keluarga, pengajian, reuni dan lain-lain;

Tiga, Keluarga Berdaya. Keluarga yang berdaya akan dapat mengandalkan segala potensi yang ada dalam dirinya, baik berupa keterampilan, olah pikir, maupun pengetahuan, sehingga dapat melakukan pengasuhan anak yang lebih baik, melaksanakan Fungsi Keluarga, meningkatkan pendapatan keluarga, serta mengatasi berbagai permasalahan dan tantangan hidup; dan,

Yang keempat, Keluarga Peduli dan Berbagi. Keluarga yang lebih beruntung harus memiliki kepedulian dan keinginan untuk berbagi dan menolong orang lain. Kegiatan ini dapat diwujudkan dalam bentuk gotong royong antar warga, perbaikan rumah, menolong tetangga yang sedang sakit, menjadi orang tua asuh, serta memberikan bantuan sosial lainnya yang membutuhkan.

Perlu diketahui, Kampung KB adalah suatu wilayah setingkat RW, dusun atau setara yang memiliki kriteria tertentu dimana terdapat keterpaduan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Keluarga (KKBPK) dengan pembangunan di segala sektor yang dilaksanakan secara sistemik dan sistematis. ( heDJ / Diskominfo )


Indeks Berita