Berita Terkini


PARTISIPASI ANGGOTA TENTUKAN KEKUATAN KOPERASI

Rabu, 13 September 2017 15:50:41

KENDAL - Koperasi merupakan organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama yang melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Oleh karena itu partisipasi anggota merupakan kunci utama kekuatan koperasi bisa berkembang atau malah layu.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah ( Dekopinda Jateng ) Warsono, SH, MHum menjelaskan hal tersebut saat memberikan sambutannya pada pembukaan Rapat Kerja Daerah ( Rakerda ) Tahun Kerja 2016 Dewan Koperasi Indonesia Daerah (DEKOPINDA) Kabupaten Kendal, Rabu (13/9) di Gedung Diklat Dekopinda Kabupaten Kendal.

"Kebersamaan dan kekeluargaan atau 'guyub rukun' harus terus ditumbuhkan dalam setiap koperasi. Sehingga koperasi mampu bertahan untuk kemanfaatan bersama seluruh anggotanya," tandas Warsono.

Sementara, jumlah koperasi yang ada di Kabupaten Kendal, menurut pimpinan Dekopinda Kabupaten Kendal, Sugiyarto,S.Sos berjumlah 500 an dengan 300 yang aktif dan 194 koperasi terdaftar sebagai anggota Dekopinda Kendal.

Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, M.Si dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Sutiyono, S.Sos mengharapkan Rakerda kali ini, menjadi bahan evaluasi  program kerja yang telah dilaksanakan selama Tahun 2016, serta hasilnya untuk dijadikan bahan pijakan dalam menyusun langkah setrategis rancangan program kerja kedepannya yang sejalan dengan visi misi Pemerintah Kabupaten Kendal.

Untuk itu, Dekopinda harus mampu melakukan langkah-langkah strategis yang sesuai dengan perkembangan dan situasi perekonomian/usaha yang terjadi sekarang ini, terutama peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang bekualitas untuk bisa bersaing di era global sekarang ini.

Peran koperasi sudah terbukti menjadi salah satu solusi pilar terbaik dalam mengatasi masalah perekonomian negara. Keberadaan koperasi harus bisa membantu mengatasi masalah ekonomi, selain itu juga harus bisa mengatasi permasalahan sosial dan keadilan dalam masyarakat. Sehingga bisa mengurangi kemiskinan dan pengangguran, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.

Di Kabupaten Kendal, jumlah koperasi secara kuantitas dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan dan pertumbuhannya sangat bagus. Akan tetapi ada juga koperasi yang tidak aktif atau tidak berkembang. Saya merasa prihatin, karena  saat ini masih ada koperasi yang beroperasi tidak sesuai dengan jadi diri koperasi (tidak sehat), dengan dibuktikannya masih adanya “Bank Plecit/rentenir” yang berkedok koperasi.

Rakerda Dekopinda Kabupaten kendal diikuti oleh seluruh anggota yang tercatat sebagai anggota Dekopinda Kabupaten Kendal. ( Diskominfo / heDJ )

 


Indeks Berita