KENDAL - Peringatan haul Sunan Abinawa atau Pangeran Benowo di Desa Pekuncen, Kecamatan Pegandon digelar bertepatan dengan tahun baru Islam, dan selalu dihadiri oleh ribuan peziarah dari berbagai daerah, Kamis (21/9). Tak hanya ngalap berkah air suci dari gentong peninggalan Sunan Abinawa, mereka juga rela berdesakan dan berebut nasi suro yang dibagikan panitia.
sejak pagi para peziarah menunggu pembagian nasi yang dilakukan usai didoakan ulama setempat. Selain berebut nasi suro, warga juga ziarah ke makan Sunan Abinawa dan mengambil air suci dari gentong didalam masjid. Mereka ini sudah antri di depan tempat pembagian nasi bungkus sejak pagi, padahal nasi suro tersebut baru dibagikan menjelang sholat dhuhur usai pengajian yang digelar di halaman Masjid Jami Sunan Abinawa. Sejumlah petugas keamanan pun tampak disiapkan untuk mengantisipasi adanya keributan, saat aksi pembagian nasi berlangsung.
Selesai didoakan oleh ulama setempat ribuan warga ini mulai merangsek ke depan lokasi pembagian nasi. Panitia menyiapkan 10 ribu bungkus nasi yang berisi lauk mie dan sambal goreng. Menurut Nur Zaziroh warga Ngampel, nasi bungkus yang didapat akan dikeringkan untuk kemudian ditebar di sawah agar hasil panen melimpah. Selain itu sebagian di campur dengan nasi yang dimasak agar mendapat berkah.
"Kalau tidak berdesakan, ya tidak bisa dapat nasi bungkus ini. Sebagian nasinya saya makan bersama anak, sisanya nanti di keringkan dan disebar di sawah," kata dia.
Panitia, Rohmat mengatakan, sebanyak sepuluh ribu nasi bungkus yang disiapkan dalam haul Sunan Abinawa ini, dan tidak kurang dari 10 menit puluhan ribu nasi bungkus habis menjadi rebutan para peziarah. Bahkan, petugas sedikit kewalahan menahan warga yang saling berebut meminta jatah nasi bungkus.
"Ada 10 ribu nasi bungkus merupakan sumbangan dari warga sekitar. Tiap tahun jumlah nasi bertambah karena warga yang datang terus meningkat," kata dia.
Rohmat mengungkapkan, selain berebut nasi bungkus warga yang datang berziarah ke makam Pangeran Benowo atau Sunan Abinowa jugamendatangi sumber mata air suci yang berada di dalam masjid. Air suci ditampung dalam guci peningggalan Sunan Abinowa. "Warga (peziarah) dengan menggunakan botol air mineral antri meminta air dari guci peninggalan Sunan Abinowo tersebut," ungkap dia.(whd/kom).