KENDAL - Logo Kabupaten Kendal yang semula berlogo perahu berbatik dengan keris di tengah diwacanakan akan kembali ke logo lama dengan warna dasar kuning dengan gambar kendil berwarna hitam di tengahnya.
Rencana perubahan menurut Bupati Kendal dr. Mirna Anissa, M.Si kurang sesuai dengan jatidiri Kabupaten Kendal dan latar belakang sejarah berdirinya Kabupaten Kendal. Bupati ingin membangun Kabupaten Kendal yang lebih baik dengan tidak melupakan akar sejarah dibentuknya Kendal.
Wacana kembalinya logo awal dimulai dengan digelarnya Focus Group Discussion ( FGD ) oleh Pemkab Kendal berkolaborasi dengan Tim dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ( FISIP ) Universitas Diponegoro yang dipimpin oleh Moh Yulianto, dosen sekaligus pakar politik, Kamis (16/11) di ruang Operation Room Setda Kendal.
Desakan dari berbagai pihak atau elemen masyarakat juga membuat Bupati Mirna berencana untuk mengadakan ajak pendapat serta diskusi dan kajian untuk kembali ke logo awal. Diketahui logo yang sekarang merupakan logo yang dibuat saat Kabupaten Kendal dipimpin dr. Widya Kandi Susanti dan Mustamsikin, S.Ag.
Sementara logo yang lama menurut tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kabupaten Kendal sarat dengan makna yang sudah menjadi ciri khas Kabupaten Kendal dan masyarakatnya.
Selanjutnya usai FGD, akan dilanjutkan dengan jajak pendapat oleh Tim Fisip Undip, sarasehan dan dipungkasi dengan seminar.
Peserta FGD yang diundang diantaranya Ketua DPRD Kendal Prapto Utono, S.Sos, Prof. Dr. Muhajirin Thohir ( akademisi-filsafat ), KH Muhtarom Rohmat ( tokoh Agama ), Dr. Teguh Yuwono ( pakar Kebijakan publik ), Tutuk Prawoto ( tokoh perempuan Kendal ) dan Drs. M. Abdullah ( Sejarawan ). ( heDJ / Kominfo )