KENDAL - RAPBD Kabupaten Kendal tahun 2018 yang sudah disepakati bersama antara eksekutif dan legislatif pada 1 Desember 2017 lalu, Bupati Mirna Annisa meminta kepada jajarannya agar pada Januari 2018 sudah dimulai proses lelang, supaya pekerjaan bisa cepat dilaksanakan.
Hal tersebut disampaikan Mirna Annisa dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Masrur Masykur selaku pembina apel pada apel bersama Aparat Sipil Negara (ASN) bulan Desember Senin (4/12) di halaman gedung A Setda Kendal.
Pelaksanaan apel bersama diikuti oleh Sekda, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan staf di Lingkungan Pemkab Kendal.
Bupati juga mengingatkan kepada para pimpinan OPD untuk segera menyelesaikan program dan kegiatan yang belum dilakasanakan dengan tepat waktu, mengingat sebentar lagi tahun anggaran 2017 segera berakhir. " Jangan sampai terjadi keterlambatan atau tidak dilaksanakan, dan juga agar melakukan evaluasi sejauh mana keberhasilan yang telah dicapai selama ini. Manfaatkan waktu yang tersisa ini dengan baik dan maksimal untuk mencapai target yang telah ditentukan".
Lebih lanjut disampaikan bahwa , memasuki Tahun 2018, yang merupakan tahun ketiga dengan arah kebijakan “Kendal Bermartabat”, yang menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur secara merata, sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing, serta pendidikan yang berkualitas dan kesehatan murah terjangkau.
Mirna berharap Anggaran Tahun 2018 mendatang supaya melanjutkan pemerataan pembangunan infrastruktur (jalan dan jembatan, jaringan irigasi, sanitasi, penanganan kawasan kumuh); Peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan yang murah dan terjangkau. Selain itu, peningkatan kualitas dan daya saing sumberdaya manusia, serta meningkatkan pelayanan prima dianggap penting dalam menumbuhkembangkan inovasi dan kreativitas potensi unggulan daerah menuju pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu memasuki bulan desember ini, kepada para ASN juga dihimbau untuk melakukan kesiapsiagaan, menghadapi segala kemungkinan yang terjadi, sejalan dengan semakin meningkatnya curah hujan dan angin kencang. "Perlu dilakukan langkah-langkah koordinasi dan keterpaduan antar OPD dan semua pihak dalam mencegah dan mengurangi resiko dari segala kemungkinan yang bisa terjadi, dengan mengidentifikasi, menganalisis dan mengambil tindakan pencegahan dengan cepat dan tepat, serta mitigasi bencana baik pada saat pra bencana, tanggap darurat (saat bencana) dan pasca bencana".
"Saya berpesan kepada seluruh aparatur pemerintah, untuk dapat menjadi pelopor kesiap-siagaan bencana, jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam, dengan melakukan koordinasi antar instansi dengan cepat, serta mempersiapkan personil maupun peralatan yang diperlukan, berikan perlindungan dan persiapkan tempat pengungsi; serta lakukan pemulihan prasaranan dan sarana akibat bencana alam", pesan Mirna. (bk/kominfo)