Untuk mengetahui sejauhmana kesiapan puskesmas - puskesmas di Kendal menjadi Badan Layanan Umum Daerah pada tahun 2018 ini Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal Moh Toha ST MSi melakukan sidak ke Puskesmas 02 Rowosari dan Puskesmas Weleri 01 pada Kamis pagi 4 Januari 2018.
Kehadiran Sekda di Puskesmas Rowosari 02 yang didampingi Asisten Administrasi Bambang Winarno SE MM, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dra Dewi Diniwati, Staf Ahli Bupati Astuti Watiningrum, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPPP) Agus Dwi Lestari SIP MH, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Drs Muryono SH MPd diterima oleh Kepala Puskesmas dr Istiroh. Selanjutnya Sekda dan rombongan melakukan monitoring ke beberapa ruangan seperti ruang pelayanan, ruang rawat inap umum, dan ruang rawat inap ibu melahirkan dan pelayanan KB.
Pada saat audiensi dengan perwakilan pegawai Sekda menyampaikan, “kami melakukan sidak ini sebagai dasar perencanaan dan penganggaran untuk tahun-tahun mendatang. Pelayanan kepada masyarakat harus diutamakan. Untuk mewujudkan puskesmas menjadi Badan Umum Layanan Daerah (BLUD) pada tahun 2018 ini perlu dilakukan kajian dan penilaian ke semua puskesmas.”
“Permasalahan utama adalah ketenagakerjaan. Jangan terus menggantungkan PNS yang jumlahnya selalu berkurang karena ada moratorium PNS. Dengan menjadikan puskesmas sebagai BLUD maka akan lebih mandiri dan banyak inovasi karena anggaran pendapatan dan pengeluaran dikelola secara mandiri,” tambahnya. “Jangan sampai ada keluhan masyarakat muncul di medsos seperti penolakan pasien. Kita harus lebih tanggap. Sarana prasarana menuju BLUD secara bertahap harus dipenuhi dan diusulkan di perubahan. Untuk dapat memenuhi itu semua, instansi - instansi pendapatan harus mencapai target yang telah ditetapkan”.
Menanggapi Sekda, dr Istiroh menyampaikan selama dirinya bertugas di Puskesmas Rowosari 02 belum ada komplain yang berarti, tidak seperti di tempat tugas sebelumnya. “Pasien rawat inap dan poned (penanganan obstetri neonatal esensial dasar) kami mencapai 50 - 70 orang padahal tenaga sopir kami hanya satu orang sehingga kewalahan karena harus melayani 24 jam, tenaga dokter kami juga hanya 2 orang, karena itu kami mohon ada tambahan tenaga. Jika ditambah dokter seorang lagi kami akan melayani 24 jam,” ungkapnya.
Terkait sarana prasarana Istiroh menyampaikan, “karena dana dari JKN terbatas, kapitasi sarpras kami ada di urutan keempat terbawah dari semua puskesmas di Kabupaten Kendal. Begitu pula untuk sarpras di ruang rawat inap ibu melahirkan dan pelayanan KB kami terpaksa harus melakukan daur ulang peralatan yang ada di gudang seperti kasur dan lain-lain karena memang belum teranggarkan. Tenaga analis yang PNS juga kurang”.
Kepala Dinas Kesehatan dr Mulyani Sp. A, M.Kes yang menyusul datang ke Puskesmas Rowosari 02 menegaskan, “untuk semua usulan seperti sarpras ataupun jumlah tenaga harus dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan namun anggaran harus berada di puskesmas masing-masing”.
Sidak dilanjutkan ke Puskesmas Weleri 01 dan diterima Kepala Puskesmas dr Sri Joko Pitoyo. Sekda dan rombongan melakukan monitoring ke beberapa ruangan dan menanyakan kendala yang dihadapi.
“Saya sudah 9 tahun bekerja disini, setiap tahun pendapatan selalu meningkat. Target pada tahun 2017 juga mencapai 104%. Pelayanan persalinan kami 24 jam, namun sayangnya kami tidak memiliki tenaga Kepala TU,” ungkap dr Sri Joko Pitoyo. (Fatkhur).